Kumparan Logo

Soroti Sisi Sensitivitas Perempuan, Aveeno Rilis Kampanye buat Saling Menguatkan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Soroti Sisi Sensitivitas Perempuan, Aveeno Rilis Kampanye untuk Saling Menguatkan. Foto: Aveeno
zoom-in-whitePerbesar
Soroti Sisi Sensitivitas Perempuan, Aveeno Rilis Kampanye untuk Saling Menguatkan. Foto: Aveeno

Di tengah padatnya peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, sensitivitas masih kerap dipandang sebagai kelemahan. Padahal, di balik rasa mudah tersentuh, lelah, cemas, hingga ketidaknyamanan fisik, ada sinyal tubuh dan emosi yang perlu didengar. Berangkat dari hal tersebut, Aveeno meluncurkan kampanye terbaru bertajuk SOS: Strength of Sensitivity.

Inisiatif dari brand perawatan kulit di bawah naungan Kenvue ini hadir untuk meningkatkan kesadaran mengenai berbagai dimensi sensitivitas yang dialami perempuan, mulai dari aspek fisik, emosional, hingga sosial. Kampanye ini juga ingin membuka ruang dialog yang lebih suportif, sekaligus menegaskan komitmen Aveeno dalam menghadirkan perawatan berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini.

Peluncuran kampanye ini turut dihadiri psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi., Aveeno Baby Brand Ambassador Jessica Iskandar, Aveeno Brand Ambassador Maudy Ayunda, President Director Kenvue Indonesia Anggia Pramono, serta Marketing Director Kenvue Indonesia Fika Yolanda.

Peluncuran kampanye SOS: Strength of Sensitivity dari Aveeno. Foto: Aveeno

“Sensitivitas merupakan bagian dari keseharian banyak perempuan, namun sering kali kurang dikenali atau disalahpahami,” ujar Anggia Pramono. “Melalui SOS: Strength of Sensitivity, Aveeno ingin mendorong pemahaman yang lebih luas terhadap pengalaman tersebut sekaligus menciptakan ruang yang lebih suportif di mana perempuan didengar dan dihargai.”

Ia menambahkan, inisiatif ini menjadi wujud keyakinan bahwa kepedulian dan kekuatan bisa berjalan beriringan, sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi yang berbasis sains dan empati.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., turut menyampaikan apresiasinya melalui video sambutan. Ia menilai kampanye ini sejalan dengan upaya bersama untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan perempuan dan anak tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga mental, emosional, dan sosial.

“Sudah saatnya kita menghapus stigma bahwa sensitivitas adalah kelemahan. Kami berharap pesan Strength of Sensitivity mampu mendorong perubahan cara pandang bahwa kepekaan adalah kekuatan yang perlu dirayakan,” ujarnya.

Aveeno menyoroti bahwa sensitivitas bisa muncul dalam berbagai bentuk di kehidupan sehari-hari. Banyak perempuan mengalami tekanan emosional seperti kecemasan, mudah tersinggung, hingga gangguan tidur. Sejumlah studi juga menunjukkan hubungan antara stres emosional dan sensitivitas kulit, yang memperlihatkan kaitan erat antara kondisi internal dan kenyamanan eksternal.

Namun, norma sosial dan budaya masih sering membuat perempuan enggan mengekspresikan ketidaknyamanan secara terbuka. Tak sedikit yang tetap menjalankan tanggung jawab besar dalam pengasuhan maupun pekerjaan profesional sambil memendam beban emosional.

Psikolog Indah Sundari Jayanti. Foto: Aveeno

Menurut psikolog Indah Sundari Jayanti, sensitivitas justru memiliki peran penting dalam bagaimana seseorang memproses pengalaman dan menjaga kesejahteraan diri.

“Banyak perempuan mengalami momen sensitif dalam kehidupan sehari-hari, baik secara emosional maupun mental, yang jika dipendam dapat berkembang menjadi kelelahan emosional, kecemasan, dan tekanan psikologis,” jelasnya.

Ia menambahkan, stres emosional juga dapat memicu atau memperburuk kondisi kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan iritasi karena adanya koneksi antara sistem saraf dan respons kulit.

“Namun, sensitivitas bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kesadaran dan peluang untuk bertumbuh,” lanjut Indah.

Sebagai bagian dari kampanye ini, Aveeno menghadirkan berbagai platform keterlibatan, termasuk seri podcast di akun resmi TikTok Aveeno Indonesia. Lewat kanal tersebut, berbagai isu sensitif yang kerap dihadapi perempuan Indonesia akan dibahas secara terbuka. Masyarakat juga diajak berbagi pengalaman melalui tautan khusus yang disediakan agar tercipta ruang saling mendukung dan memahami.

Fika Yolanda mengatakan bahwa Aveeno selama ini dikenal melalui keahliannya dalam merawat kulit sensitif dengan formulasi yang didukung sains. Melalui kampanye terbaru ini, komitmen tersebut diperluas dengan mengangkat percakapan yang lebih luas mengenai sensitivitas perempuan.

Brand Ambassador Aveeno, Maudy Ayunda. Foto: Aveeno

Sementara itu, Maudy Ayunda menilai momen sensitif merupakan bagian alami dari kehidupan, baik secara emosional maupun fisik.

“Ketika kita memberi ruang untuk memahami perasaan sendiri, sensitivitas dapat menjadi sumber kekuatan yang membantu kita lebih peka terhadap diri sendiri, lebih berempati terhadap orang lain, dan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan,” ungkap Maudy.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berani berbagi kisah melalui kampanye SOS: Strength of Sensitivity, karena setiap cerita dinilai memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan menguatkan orang lain.