Inggris Dukung RI Selidiki Kerusakan Terumbu Karang di Raja Ampat

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Terumbu karang di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat (Foto: AFP/Jason Swandy)
zoom-in-whitePerbesar
Terumbu karang di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat (Foto: AFP/Jason Swandy)

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memanggil Duta Besar Kerajaan Inggris Mozzam Malik ke kantornya. Moazzam dipanggil terkait kapal Caledonia Sky yang menabrak terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat.

Menurut juru bicara Kedutaan Besar Kerajaan Inggris, Faye Belnis, pertemuan berlangsung selama satu jam.

"Dipanggil Pak Luhut tadi pukul 09.00 WIB," kata Faye Belnis kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (17/3).

Baca juga: Pemerintah dan Pihak Asuransi Cek Kondisi Terumbu Karang di Raja Ampat

Pernyataan Dubes Inggris

Dalam pertemuan itu, Moazzam Malik menuturkan ia sangat kecewa dengan rusaknya terumbu karang ini. Inggris, lanjut Moazzam, mendukung Pemerintah Indonesia yang berniat menyelidiki masalah ini.

Kami kecewa dengan kerusakan terumbu karang di Papua Barat, ini merupakan insiden lingkungan. Kami dukung Pemerintah Indonesia untuk menyelidiki kerusakan yang dilakukan kapal itu

Jika diminta saran, Pemerintah Inggris siap untuk membantu. Moazzam menuturkan bahwa Kapal Caledonia Sky dimiliki, diawaki, dikelola, dan dioperasikan oleh perusahaan Swedia.

"Perusahaan itu berbasis di Gothenberg. Perusahaan yang melayani pelayaran untuk berlibur berbasis di London dan dimiliki Swedia," jelas Moazzam.

Kerusakan terumbu karang Raja Ampat (Foto: Marine Megafauna Foundation)
zoom-in-whitePerbesar
Kerusakan terumbu karang Raja Ampat (Foto: Marine Megafauna Foundation)

Perusahaan-perusahaan swasta yang terlibat telah menyatakan penyesalan terhadap kerusakan yang terjadi. Mereka pun siap untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil dan realistis.

"Kami memahami bahwa perwakilan mereka sudah bekerja dengan pihak berwenang Indonesia," jelas Moazzam Malik.

Baca juga: Kapten Caledonian Sky Juga Pernah Lakukan Pelanggaran di Kuala Tanjung

Tiga Langkah Pemerintah

Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah mengambil tiga langkah untuk menangani kerusakan terumbu karang di Raja Ampat. Terumbu karang itu rusak disebabkan oleh kapal pesiar MV Caledonian Sky.

Ada tiga langkah yang diambil. Pertama, evaluasi kerusakan di mana sekarang ini sedang jalan. Kedua, bagaimana menyelesaikan secara legal, ini melibatkan banyak pihak. Dan ketiga, bagaimana agar ini tidak terulang lagi ke depan, jadi soal regulasi

Luhut menjelaskan saat ini tim terpadu sudah turun ke lapangan untuk menilai kerusakan yang terjadi di sana. Menurut dia, kerusakan terumbu karang itu adalah masalah serius karena dibutuhkan waktu sekitar 50-100 tahun untuk mengembalikan keindahannya seperti sedia kala.

"Itu butuh 50 sampai 100 tahun. Jadi ini masalah kerusakan lingkungan, ikan pun hilang dari sana," lanjut dia.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

Kandasnya kapal Caledonian Sky yang dinakhodai oleh Kapten Keith Michael Taylor pada Sabtu (4/3) menimbulkan dampak kerusakan terumbu karang yang luar biasa.

Investigasi awal yang dilakukan oleh pemerintah setempat menunjukkan bahwa terumbu karang yang rusak luasnya mencapai sekitar 1.600 meter persegi.

Baca juga: Saking Kerasnya Tabrakan, Cat Kapal Menempel di Karang Raja Ampat

Parahnya, terumbu karang yang rusak itu berada tepat di jantung Raja Ampat, sebuah pusat keanekaragaman hayati laut.

Selain melakukan gugatan ganti rugi, pemerintah berniat menuntut tanggung jawab kapten kapal yang menyebabkan kerusakan terumbu karang. Terlebih sang kapten diketahui pernah melakukan pelanggaran di perairan Indonesia, tepatnya di Kuala Tanjung (Sumatera Utara). Di pelabuhan itu ia menyandarkan kapal tidak sesuai aturan.