Kumparan Logo

Erling Haaland dan Jude Bellingham Buktikan Persahabatan di Tengah Rivalitas

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Norwegia Erling Haaland memeluk pemain Timnas Inggris Jude Bellingham pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Florida, AS, Sabtu (11/7/2026). Foto: Roberto SCHMIDT/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Norwegia Erling Haaland memeluk pemain Timnas Inggris Jude Bellingham pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Florida, AS, Sabtu (11/7/2026). Foto: Roberto SCHMIDT/AFP

Di atas lapangan, Erling Haaland dan Jude Bellingham adalah rival. Namun sesaat setelah peluit panjang berbunyi, keduanya kembali menjadi dua sahabat yang saling menghormati.

Momen itu terjadi setelah Inggris mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Jude Bellingham menjadi pahlawan kemenangan The Three Lions lewat dua golnya, sementara langkah Haaland bersama Norwegia harus terhenti.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, Haaland justru menghampiri Bellingham. Striker Norwegia itu memeluk sahabatnya sambil memberikan ucapan selamat atas keberhasilan Inggris melaju ke semifinal.

Momen singkat tersebut langsung mencuri perhatian banyak penggemar sepak bola. Di tengah sengitnya pertandingan, keduanya menunjukkan bahwa kompetisi tidak harus menghilangkan rasa hormat kepada teman.

Erling Haaland dan Jude Bellingham: Persahabatan yang Terjalin Sejak Borussia Dortmund

Pemain Timnas Norwegia Erling Haaland memeluk pemain Timnas Inggris Jude Bellingham pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Florida, AS, Sabtu (11/7/2026). Foto: Mike Segar/REUTERS

Pelukan itu terasa semakin bermakna karena Haaland dan Bellingham bukan sekadar sesama pesepak bola.

Persahabatan mereka telah terjalin sejak sama-sama membela Borussia Dortmund. Saat itu, keduanya berkembang menjadi dua talenta muda paling menjanjikan di Eropa.

FIFA bahkan menggambarkan Haaland dan Bellingham sebagai dua pemain yang "hampir tak pernah terlihat berjauhan". Mereka kerap bercanda saat latihan, merayakan gol bersama, hingga saling menggoda di depan kamera klub. Kedekatan itu membuat banyak penggemar menjuluki mereka sebagai salah satu "bromance" paling ikonik di dunia sepak bola.

Pemain Borussia Dortmund Erling Haaland dan Jude Bellingham merayakan kemenangan atas FC Schalke 04 di Gelsenkirchen, Jerman, pada 20 Februari 2021. Foto: Ina Fassbender/AFP

Hubungan hangat itu tetap terjaga meski kini mereka membela klub dan negara yang berbeda.

Dalam wawancara bersama Bundesliga, Bellingham pernah mengatakan tentang Haaland:

"He's a good friend of mine, we had some good years together."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rivalitas di lapangan tidak mengubah hubungan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.

Sportivitas yang Patut Diteladani

Bagi banyak orang, sportivitas sering dimaknai sebagai mampu menerima kekalahan. Padahal, maknanya jauh lebih luas.

Sportivitas juga berarti mampu mengapresiasi keberhasilan orang lain, termasuk ketika orang tersebut adalah sahabat yang baru saja mengalahkan kita.

Itulah yang ditunjukkan Haaland kepada Bellingham.

Meski langkah Norwegia terhenti, Haaland memilih memberikan pelukan dan ucapan selamat. Tidak ada gestur menyalahkan lawan atau pun menunjukkan rasa iri. Yang terlihat justru penghormatan kepada sahabatnya yang tampil gemilang.

Pelajaran Berharga untuk Anak

Selebrasi pemain Borussia Dortmund Erling Haaland dan Jude Bellingham usai mencetak gol ke gawang Manchester City pada pertandingan Liga Champions di di Dortmund, Jerman, pada 14 April 2021. Foto: Ina Fassbender/AFP

Bagi orang tua, momen seperti ini bisa menjadi contoh sederhana untuk mengajarkan anak tentang arti persahabatan dan kompetisi yang sehat.

Anak perlu memahami setiap pertandingan, pasti ada yang kalah dan menang. Namun, sebuah pertandingan tidak seharusnya mengakhiri pertemanan.

Sebaliknya, sahabat yang baik mampu ikut bangga ketika temannya berhasil, sekali pun dirinya belum menang.

Sikap saling menghormati, mengucapkan selamat, dan tetap menjaga hubungan setelah kompetisi merupakan bagian dari karakter yang penting dibangun sejak dini.

Haaland dan Bellingham membuktikan bahwa kemenangan memang layak dirayakan. Namun, persahabatan yang tetap terjaga setelah pertandingan berakhir adalah kemenangan lain yang tak kalah berharga.