Konten dari Pengguna

Mahasiswa BBK 6 UNAIR Dan Siswa-Siswi SDN Trawas Berkomitmen Melawan Bullying

Yusuf Ramadhan

Yusuf Ramadhan

mahasiswa Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yusuf Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa BBK 6 UNAIR Menggelar Program Kerja "Teman Bukan Lawan" di SDN Trawas 1 dan SDN Trawas 2 pada tanggal 23-24 Juli 2025
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa BBK 6 UNAIR Menggelar Program Kerja "Teman Bukan Lawan" di SDN Trawas 1 dan SDN Trawas 2 pada tanggal 23-24 Juli 2025

Mojokerto — Universitas Airlangga (UNAIR) tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-6 di berbagai wilayah di Provinsi Jawa Timur. Salah satu lokasi pelaksanaan program ini adalah Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Sebagai bagian dari Program Kerja di bidang pendidikan, mahasiswa KKN-BBK 6 Desa Trawas menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Teman Bukan Lawan" pada 23–24 Juli 2025. Program ini ditujukan untuk memberikan edukasi anti-bullying kepada siswa kelas 6 di SDN Trawas 1 dan SDN Trawas 2. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perundungan di kalangan anak-anak khususnya di Kabupaten Mojokerto. Melalui program ini, para mahasiswa berupaya mengajak siswa-siswi untuk memahami, menghindari, dan berkomitmen menolak segala bentuk bullying.

Mahasiswa BBK 6 UNAIR sedang memberikan penjelasan secara interaktif dan menyenangkan

Edukasi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan melalui presentasi menggunakan media PowerPoint, diskusi kelompok, permainan serta praktik edukatif. Mahasiswa juga membagikan puzzle poster berisi materi tentang bullying. Setiap kelompok diminta menjelaskan makna isi poster, sehingga siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga turut aktif dalam proses pembelajaran.

Siswa-siswi sedang menyusun puzzle poster Anti Bullying

Salah satu segmen yang menarik adalah sesi praktik perundungan. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk mengalami secara langsung bagaimana rasanya menjadi pelaku dan korban bullying. Siswa diminta menyebutkan hal negatif kepada teman di sebelah kanannya, lalu dilanjutkan dengan menyebutkan hal positif kepada teman di sebelah kirinya. Simulasi ini dirancang agar siswa mampu merasakan dampak emosional dari tindakan bullying dan menumbuhkan empati.

Siswa-siswi sedang melakukan Praktik Bullying dengan menyebutkan hal positif dan hal negatif tentang teman di sebelah mereka

Kegiatan berlangsung lancar dan kondusif berkat koordinasi yang baik antar mahasiswa BBK 6 dan Guru. Di akhir sesi, setiap siswa diminta menyimpulkan dan menyebutkan satu kata anti-bullying sebagai bentuk pemahaman terhadap nilai-nilai yang dipelajari. Sebagai simbol komitmen bersama, para siswa membubuhkan cap tangan mereka di atas mading yang dibuat oleh mahasiswa sebagai kenang-kenangan Bersama.

Siswa-siswi sedang membubuhkan Cap Tangan sebagai simbol komitmen bersama melawan segala jenis bullying

Melalui program “Teman Bukan Lawan” ini, diharapkan siswa-siswi dapat mengenali jenis-jenis bullying serta tumbuh sebagai individu yang menghargai sesama. Program ini menjadi langkah kecil namun penting dalam menurunkan angka perundungan, khususnya di lingkungan sekolah dasar di Kabupaten Mojokerto.