Konten dari Pengguna

Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia dalam Jendela Pancasila

Zahranisyah Hanayuka

Zahranisyah Hanayuka

Student at SMA Cenderawasih 1 Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zahranisyah Hanayuka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia Dalam Jendela Pancasila.                                                       (Sumber Gambar: Zahranisyah Hanayuka)
zoom-in-whitePerbesar
Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia Dalam Jendela Pancasila. (Sumber Gambar: Zahranisyah Hanayuka)

Pancasila merupakan unsur terpenting dalam tubuh negara Indonesia. Dalam sila ke-5 yang berpedoman pada "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia" kini belum berjalan sepenuhnya. Keadaan ini yang menimbulkan kesenjangan sosial dalam masyarakat Indonesia, khususnya pada kota-kota besar di Indonesia yang menimbulkan aspek keadilan lantaran adanya sikap atau kebijakan pemerintah yang tidak seimbang atau merata.

Sebelumnya, apa itu kesenjangan sosial masyarakat? Bagi yang belum mengetahui, kesenjangan sosial adalah suatu ketidakseimbangan sosial yang ada dalam masyarakat sehingga menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok.

Jika dihubungkan dengan perekonomian sudah jelas adanya perbedaan dalam distribusi pendapatan, seperti setiap daerah yang berbeda dalam pertumbuhan atau pembangunan ekonominya dan adanya kebijakan publik dari pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat kalangan menengah bawah.

Kesenjangan sosial lebih menyudutkan pada situasi dari proses tersebut sehingga terdapat faktor eksternal dan faktor internal yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial di Indonesia.

Faktor eksternal yang memengaruhi kesenjangan sosial masyarakat di Indonesia, yakni:

  • Kondisi demografi

  • Kondisi pendidikan

  • Kondisi ekonomi

  • Kondisi kesehatan

  • Kemiskinan

  • Tidak meratanya lapangan pekerjaan di Indonesia

  • Adanya perbedaan status sosial di dalam tubuh masyarakat

  • Letak geografis di Indonesia yang berbeda-beda.

Adapun faktor internal yang memengaruhi kesenjangan sosial masyarakat di Indonesia, yakni:

  • Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) karena tingkat pendidikan yang kurang mumpuni

  • Budaya kemiskinan di Indonesia seperti sikap mudah menyerah, pasrah terhadap keadaan, apatis dan tidak ada keyakinan pada masa depan yang lebih baik.

Dengan adanya kesenjangan sosial dalam masyarakat sehingga hal tersebut belum sesuai dengan letak Pancasila dalam sila ke-5 yang berbunyi "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."

Selain itu, terdapat contoh peristiwa kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia, yakni:

  • Orang yang memiliki kekuasaan cenderung lebih terjaga dari hukuman, dibandingkan masyarakat biasa

  • Kesempatan kerja di kota-kota besar di Indonesia jauh lebih banyak, dibandingkan di kota-kota kecil

  • Fasilitas di kota-kota besar di Indonesia lebih mumpuni, dibandingkan di kota-kota kecil

  • Masyarakat menengah atas lebih mudah mendapatkan kesempatan dalam bidang apa pun, dibandingkan masyarakat menengah bawah

  • Masyarakat yang memiliki pendidikan rendah lebih sulit melamar pekerjaan, dibandingkan masyarakat yang berpendidikan tinggi.

Sebenarnya, kesenjangan sosial tidak hanya terjadi di negara Indonesia saja, melainkan banyak juga dari negara-negara lain yang memiliki kasus kesenjangan sosial. Dengan demikian, sebagai masyarakat Indonesia dilarang untuk terlalu merendahkan negara sendiri.

Namun, apakah dari masalah tersebut justru masyarakat Indonesia harus menyerah? Atau justru masyarakat Indonesia hanya terdiam menutup mata seolah-olah tidak mengetahui kasus tersebut?

Tidak seperti itu! Oleh sebab itu, sebagai masyarakat Indonesia harus bekerja sama dengan pemerintah mengenai upaya untuk menerapkan keadilan dalam bangsa Indonesia agar dapat mengurangi kesulitan dan kemiskinan di negara ini.

Dengan demikian, bagaimana upaya pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengatasi terjadinya kesenjangan sosial agar letak pancasila dalam sila ke-5 dapat tercapai dengan baik?

Berikut ini yang dapat diperankan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam membangun keadilan, yakni:

  • Adanya pemerataan distribusi pendapatan masyarakat dan program perlindungan sosial

  • Pemerintah dapat mengurangi jumlah kemiskinan melalui pembukaan kesempatan kerja, seperti industri padat karya

  • Semangat masyarakat Indonesia untuk membuka usaha rumah tangga yang produknya dapat didistribusikan ke pasar internasional

  • Pemerintah dapat meminimalkan biaya pendidikan atau membuka pendidikan secara gratis

  • Memanfaatkan kondisi geografis dengan baik sehingga dapat menyesuaikan mata pencaharian masyarakat.

Menurut opini saya, dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat memungkinkan untuk menerapkan keadilan pada sila ke-5 dalam Pancasila. Di samping itu, keterbukaan pemerintah dengan masyarakat akan menjalin hubungan yang baik, seperti masyarakat mematuhi pemerintah dan pemerintah juga mendengarkan suara rakyat.

Pada dasarnya, tujuan saya menyampaikan kasus ini ialah agar masyarakat Indonesia dan generasi yang akan datang dapat membangun negeri ini dengan lebih baik. Di samping itu, agar pemerintah dapat bekerja sama untuk membenahi kasus kesenjangan sosial di Indonesia agar kesejahteraan dapat merata di seluruh Indonesia. Jadi, dalam sila ke-5 Pancasila ini harus benar-benar dipatuhi, melainkan bukan hanya tertulis di dalam Pancasila saja.

"Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia" maka seluruh masyarakat Indonesia berhak untuk mendapatkan keadilan dan kesetaraan sebagai warga negara Indonesia tanpa memandang status sosial masyarakat.

Penulis:

Zahranisyah Hanayuka

SMA Cenderawasih 1 Jakarta