Konten dari Pengguna

Memahami Warisan Gamelan Degung

Zalfa Khairunnisa

Zalfa Khairunnisa

Saya merupakan mahasiswi universitas pendidikan indonesia

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zalfa Khairunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gamelan (https://pixabay.com/id/photos/gamelan-musik-tradisi-budaya-7829623/)
zoom-in-whitePerbesar
Gamelan (https://pixabay.com/id/photos/gamelan-musik-tradisi-budaya-7829623/)

Gamelan merupakan alat musik tradisional dari berbagai daerah. Ada banyak sekali jenis gamelan yang ada di Indonesia, termasuk gamelan Sunda. Gamelan Sunda dikenal dengan sebutan gamelan degun di kalangan masyarakat Sunda Konon gamelan ini muncul pada abad ke-18 Istilah Degun terdiri dari kata “ngadeng” (berdiri) dan “agung” (agung) atau “penggagung” (mulia) Dari etimologinya, Gamelan Degun mempunyai arti kesenian yang memperlihatkan keagungan dan keagungan kebangsawanan.

Degun merupakan awal mula gending dan penambahan Wadi Taurat berkembang dari masa ke masa. Baru pada tahun 1958 Degun menjadi Sekhar Gending dalam bentuk pertunjukan, lagu-lagu Agung diberi lumaka, dan melodi lagunya, kecuali nada tinggi dan rendah kalau-kalau Sekhar tidak tercapai dan Bonang kadang di paralel Sekhar memiliki banyak kreasi yang kini banyak menarik perhatian, seperti tari dan pertunjukan.

Nama nama alat musik gamelan degung dan fungsi yang biasa digunakan :

  1. Jengglong, Jengglong terdiri dari enam buah. Penempatannya ada yang digantung dan ada pula yang disimpan seperti penempatan kenong pada gamelan pelog. Jengglong ini berguna untuk balunganing gending.

Jenglong (https://images.app.goo.gl/eu7ZfvRp22ySgrUn9)
  1. Suling, suling yang dipergunakan biasanya suling berlubang empat. Suling ini digunakan untuk pembawa melodi.

Suling (https://images.app.goo.gl/eu7ZfvRp22ySgrUn9)
  1. Bonang, Bonang terdiri dari 14 penclon dalam ancaknya. Berderet mulai dari nada mi alit sampai nada La agend. Bonanh ini berfungsi untuk lilitan balunganing gending.

Bonang (https://images.app.goo.gl/9XMMgyV3JVpjJRYf8)
  1. Saron/Cempres, Saron terdiri dari 14 wilah. Berderet dari nada mi alit sampai dengan La rendah. Saron ini berfungsi untuk lilitan melodi.

Saron (https://images.app.goo.gl/3k69p4eSos7hMUBx8)
  1. Gong, Gong pada mulanya hanya satu gong besar saja, kemudian sekarang memakai kempul, seperti yang digunakan pada gamelan pelog-salendro. Gong berfungsi untuk panganteb wiletan.

Gong (https://pixabay.com/id/photos/gong-danau-merusak-surga-suara-2305383/)
  1. Kendang, Kendang terdiri dari satu buah kendang besar dan dua buah kendang kecil (kulanter). Teknis pukulan kendang asalnya dipukul/ditakol dengan mempergunakan pemukul. Dalam perkembangannya sekarang kendang pada gamelan degung sama saja dengan kendang pada gamelan salendro-pelog. Kendang berfungsi untuk pengatur irama.

Kendang (https://pixabay.com/id/photos/kendang-gendang-pemusik-potret-7428493/)

Gamelan Degung bukan hanya sebuah orkestra tetapi juga mencerminkan budaya yang kaya akan nilai-nilai tradisional dan sejarah. Dengan mempromosikan gamelan degung kepada wisatawan, kita tidak hanya memperkenalkan mereka pada musik tradisional Indonesia tetapi juga cerita dan nilai-nilai yang dikandungnya.

Pengembangan wisata berbasis gamelan degung dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Dengan memperkenalkan pengalaman musik gamelan degung kepada wisatawan, masyarakat lokal dapat memperluas pasar kerajinan lokal, makanan tradisional, dan layanan lainnya, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Melalui promosi wisata terpadu dengan gamelan degung, Indonesia dapat memperkenalkan kekayaan budaya dan seni tradisionalnya kepada dunia. Hal ini tidak hanya memperluas apresiasi global terhadap seni tradisional Indonesia tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa di kancah internasional.

Pengembangan pariwisata berbasis Gamelan degung juga dapat menjadi katalis pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan promosi pariwisata, kami dapat memastikan bahwa seluruh anggota masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dan sosial dari industri pariwisata secara setara.

Gamelan Degung merupakan aset budaya Indonesia yang berharga, negara yang memiliki potensi besar dalam industri pariwisata. Dengan memahami nilai budaya, ekonomi, dan sosial gamelan degung, warisan budaya tersebut dapat kita integrasikan ke dalam industri pariwisata sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh pemangku kepentingan.