Company Visit ke YIA: Ini yang Kami Pelajari tentang Inovasi Bandara

Mahasiswa S-1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Zaskia Azahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yogyakarta International Airport (YIA) bukan hanya megah secara arsitektur, tetapi juga menjadi representasi nyata dari bagaimana industri penerbangan Indonesia beradaptasi dengan tuntutan zaman. Sebagai Ketua Pelaksana kegiatan company visit BEM KM FEB UMY, saya, Zaskia Azahra, merasakan langsung bagaimana pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka mata bahwa inovasi bandara bukanlah konsep kosong. Kegiatan ini mengusung tema Smart Airport Innovation: Menjawab Tantangan Bisnis Melalui Transformasi Digital dan Pelayanan Terintegrasi, dan membawa kami melihat dari dekat bagaimana digitalisasi dan keberlanjutan berjalan berdampingan di YIA.
YIA dan Transformasi Digital dalam Operasional Bandara
Setibanya di YIA, kami disambut dengan pemaparan materi oleh perwakilan PT Angkasa Pura I, termasuk Ibu Azmiati Sinta dan Ibu Umi Rohmawati. Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian kami adalah penerapan teknologi seperti Flight Information Display System (FIDS) dan Baggage Handling System (BHS) yang dikendalikan secara otomatis. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga kenyamanan bagi pengguna jasa bandara. Hal ini selaras dengan hasil riset Siddiqui (2019) yang menjelaskan bahwa sistem informasi digital berbasis fog computing dapat meminimalkan waktu tunggu dan mengoptimalkan pengelolaan data bandara secara real time.
Digitalisasi YIA juga tercermin dalam aplikasi bandara yang menyediakan informasi jadwal penerbangan, pemetaan gerbang, dan layanan pelanggan berbasis mobile. Pendekatan ini menjadi contoh implementasi konsep Airport Information Management System (AIMS) yang mampu menghubungkan semua proses operasional melalui sistem berbasis data yang terintegrasi.
Kepuasan Pengunjung dari Perspektif Edukasi dan Layanan
YIA juga memiliki program edukasi bernama Discover YIA, yang terbukti mampu meningkatkan kepuasan pengunjung hingga 64,3% menurut riset Dewi dan Darasta (2022). Dalam kegiatan ini, pengunjung tidak hanya berjalan-jalan, tetapi juga diperkenalkan pada fungsi-fungsi kebandarudaraan secara menyeluruh. Dari proses check-in otomatis, area boarding yang luas, hingga pengelolaan bagasi yang modern, semua dijelaskan oleh petugas dengan ramah dan profesional.
Dalam kunjungan kami, banyak peserta mengaku baru memahami bahwa bandara tidak hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan, tapi juga sistem bisnis yang kompleks dan sangat terstruktur. YIA sebagai bandara internasional berhasil memadukan estetika, kenyamanan, dan efisiensi layanan yang berdampak langsung pada persepsi publik terhadap kualitas transportasi udara di Indonesia.
Kinerja SDM dan Peran KPI dalam Operasional Bandara
Salah satu materi menarik lainnya adalah tentang manajemen sumber daya manusia (SDM). YIA menerapkan sistem pengelolaan kinerja berbasis Key Performance Indicator (KPI) untuk memastikan setiap karyawan memberikan layanan terbaik. Hal ini sejalan dengan kajian Frederick dkk. (2024) yang menyebut bahwa KPI dalam lingkungan bandara berfungsi sebagai alat ukur efisiensi penggunaan peralatan dan performa layanan ground handling.
Pelatihan berkala dan asesmen terhadap kinerja karyawan menjadi bagian dari budaya kerja YIA. Dengan pendekatan berbasis data, manajemen dapat mengidentifikasi area peningkatan dan mendistribusikan sumber daya lebih optimal, termasuk dalam pengelolaan armada Ground Support Equipment (GSE).
Green Airport dan Pengelolaan Sampah
Namun dari semua materi yang kami terima, yang paling menarik adalah komitmen YIA dalam menjalankan perannya sebagai green airport. Kami diperlihatkan bagaimana bandara ini menerapkan sistem pengelolaan limbah secara terpadu, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, daur ulang, hingga pemrosesan air limbah.
Menurut riset Anggoman dkk. (2024), konsep Eco Green Airport di Indonesia mulai menjadi prioritas dalam industri penerbangan untuk mengurangi dampak ekologis. YIA bahkan telah menerima sertifikasi Greenship Building Gold dari Green Building Council Indonesia, menandakan pencapaian tinggi dalam efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan.
Salah satu yang membuat kami kagum adalah adanya hydrothermal treatment untuk mengelola limbah padat dari aktivitas bandara. Teknologi ini memanfaatkan tekanan dan suhu tinggi untuk mengubah limbah menjadi bahan yang lebih aman atau bahkan bermanfaat. Pada tahun 2023, YIA tercatat berhasil mengelola lebih dari 36.000 ton limbah melalui sistem ini, sekaligus mengurangi beban lingkungan sekitar bandara.
Selain itu, sistem penampungan air hujan dan pengolahan air limbah digunakan kembali untuk irigasi dan toilet. Ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan bukan hanya jargon, tetapi diterapkan secara nyata dalam operasional harian.
Dampak Sosial: Melibatkan Komunitas Sekitar Bandara
Tak hanya berdampak pada lingkungan, YIA juga menjalankan program tanggung jawab sosial yang melibatkan masyarakat sekitar. Salah satu program unggulan adalah pemberdayaan UMKM lokal dengan menyediakan ruang di dalam terminal bandara. Sebanyak 300 UMKM diberi akses untuk menjual produk khas Yogyakarta, menjadikan YIA bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga etalase budaya dan ekonomi daerah.
Program reboisasi dan pelatihan lingkungan juga digelar secara rutin untuk menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga ekosistem sekitar. Dengan begitu, konsep keberlanjutan benar-benar terimplementasi dalam tiga aspek utama: sosial, lingkungan, dan ekonomi sesuai prinsip Triple Bottom Line yang diungkapkan oleh Elkington.
Kesimpulan
Sebagai mahasiswa, kami menyadari bahwa pengalaman seperti ini tidak akan bisa diperoleh hanya dari bangku kuliah. Melihat langsung bagaimana sistem operasional berjalan, berbicara dengan profesional yang berpengalaman, dan memahami bagaimana teori manajemen diterapkan dalam situasi nyata adalah pengalaman yang sangat berharga. Company visit ke YIA bukan sekadar agenda organisasi, tetapi pengalaman pembelajaran lintas disiplin: manajemen, lingkungan, teknologi, hingga kepemimpinan.
Daftar Pustaka
Anggoman, T. K., Kiranasari, I. N., Rafi, S., & Irenita, N. (2024). Social and environmental impacts of Eco Green Airport implementation at Soekarno-Hatta Airport. Advances in Transportation and Logistics Research, GROSTLOG 2024. http://proceedings.itltrisakti.ac.id/index.php/altr
Dewi, N. F., & Darasta, Y. S. M. A. (2022). Analisis Discover YIA (Airport Educated Tour) terhadap Kepuasan Pengunjung di Bandara Yogyakarta Internasional Airport. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4(6), 1580–1586. https://doi.org/10.47476/reslaj.v4i6.1176
Frederick, D. F. R. G., Arifin, M., & Martina, A. (2024). Analisis Key Performance Indicator pada Bandara Outstation. Jurnal Mahasiswa Dirgantara, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.35894/jmd.v3i1.119
Siddiqui, F. M. (2019). Digital transformation of modern airports by exploiting Fog as a Service model. 2019 Integrated Communications, Navigation, and Surveillance (ICNS) Conference, IEEE. https://ieeexplore.ieee.org/document/8733119
