Posisi Tidur dan Kebiasaan Main HP: Penyebab Mata Minus Jadi Tidak Seimbang?

An undergraduate Pharmacy student at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ilham Naufal Fadhil tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah merasa satu mata lebih buram dibanding yang lain setelah lama main HP sambil tiduran? Bisa jadi itu bukan sekadar kelelahan biasa, melainkan tanda awal ketidakseimbangan minus mata yang dipicu oleh kebiasaan yang sering dianggap sepele.
Miopia merupakan gangguan refraksi di mana bayangan jatuh di depan retina, menyebabkan objek jauh tampak kabur. Dalam kondisi normal, kedua mata memiliki derajat miopia yang relatif seimbang. Namun, pada beberapa individu ditemukan adanya perbedaan signifikan antara mata kiri dan kanan.
Salah satu faktor lingkungan yang diduga berkontribusi terhadap kondisi ini adalah kebiasaan melihat layar dalam posisi tidak ergonomis, terutama saat berbaring miring (posisi lateral) atau tengkurap.
Mekanisme Pengaruh Posisi Tidur terhadap Mata
Saat seseorang menggunakan smartphone dalam posisi tiduran, terutama miring ke satu sisi, terjadi beberapa fenomena fisiologis dan optik:
a. Paparan Visual Tidak Seimbang
Pada posisi miring, satu mata berada lebih dekat ke layar dibandingkan mata lainnya. Mata yang lebih dekat akan menerima stimulus visual lebih dominan , sedangkan mata yang lebih jauh bekerja lebih ringan.
b. Perbedaan Beban Akomodasi
Akomodasi adalah kemampuan mata untuk fokus pada objek dekat. Ketika satu mata terus-menerus bekerja lebih keras, maka dalam jangka panjang dapat memicu perubahan panjang bola mata (elongasi aksial), yang merupakan penyebab utama miopia.
c. Supresi Visual Sementara
Otak cenderung memprioritaskan informasi visual dari mata yang lebih dominan (lebih jelas melihat). Hal ini dapat menyebabkan supresi pada mata lainnya, sehingga terjadi ketidakseimbangan fungsi visual.
Dampak Jangka Panjang
Jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus tanpa kontrol, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
Miopia asimetris (perbedaan minus antara kedua mata meningkat)
Kelelahan mata (eye strain) yang lebih cepat pada satu sisi
Gangguan koordinasi binokular
Potensi berkembangnya amblyopia ringan pada kasus ekstrem
Faktor Pendukung Lain
Selain posisi tidur, terdapat beberapa faktor lain yang dapat memperparah kondisi ini:
Durasi penggunaan smartphone yang lama (>2–4 jam/hari)
Pencahayaan yang buruk
Jarak pandang terlalu dekat (<30 cm)
Kurangnya aktivitas luar ruangan (paparan cahaya alami)
Upaya Pencegahan
Untuk meminimalkan risiko terjadinya perbedaan minus mata akibat kebiasaan ini, beberapa langkah preventif dapat dilakukan:
a. Gunakan Posisi Ergonomis
Duduk tegak dengan jarak pandang sekitar 30–40 cm dari layar adalah posisi ideal untuk menjaga keseimbangan visual.
b. Terapkan Aturan 20-20-20
Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (±6 meter) selama 20 detik.
c. Hindari Posisi Miring
Menggunakan HP dalam posisi lateral sebaiknya dibatasi karena berisiko menciptakan ketidakseimbangan beban visual.
d. Periksa Mata Secara Berkala
Pemeriksaan refraksi secara rutin membantu mendeteksi perubahan sejak dini.
