Pariwisata Berkelanjutan ala Benidorm: Inovasi Hijau dari Pesisir Spanyol
Tulisan dari Zhafirah Khatir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan iklim global yang semakin nyata menimbulkan tantangan besar bagi kehidupan manusia dan ekosistem di seluruh dunia. Di tengah kondisi iklim yang tidak menentu ini, kebutuhan manusia akan rekreasi dan pelarian dari rutinitas sehari-hari justru semakin meningkat. Namun, aktivitas pariwisata konvensional sering kali memperparah kerusakan lingkungan melalui emisi karbon tinggi, polusi, dan degradasi habitat. Kondisi ini menuntut adanya perubahan dalam pengembangan pariwisata, yaitu dengan membangun pariwisata hijau yang mengedepankan konsep keberlanjutan.
Spanyol, sebagai salah satu negara eropa yang telah mengalami dampak nyata dari perubahan iklim seperti gelombang panas yang ekstrem, musim panas yang lebih hangat dari rata-rata, serta peningkatan frekuensi dan intensitas banjir, memiliki upaya dalam mewujudkan pariwisata hijau di negara tersebut. Benidorm, sebuah wilayah pesisir yang terkenal sebagai destinasi wisata populer, dipilih sebagai contoh nyata penerapan pariwisata hijau di Spanyol. Bahkan, Benidorm telah dinobatkan sebagai European Green Pioneer of Smart Tourism 2025, sebuah pengakuan atas komitmennya dalam mengembangkan pariwisata hijau yang berkelanjutan dan inovatif.
Apa itu Pariwisata Hijau?
Pariwisata hijau, atau green tourism, merupakan konsep pariwisata yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai inti pengembangannya. Pariwisata hijau berfokus pada praktik ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya secara bijak. Melalui pendekatan ini, pariwisata tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga alat untuk menjaga kelestarian alam.
Keterkaitan antara pariwisata hijau dan pembangunan berkelanjutan sangat erat, karena keduanya sama-sama menekankan pentingnya harmoni antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Dengan menerapkan prinsip-prinsip pariwisata hijau, sektor pariwisata dapat berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan pariwisata hijau bukan hanya solusi untuk meminimalkan kerusakan lingkungan yang yang timbul dari pariwisata, tetapi juga strategi penting dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Benidorm sebagai European Green Pioneer of Smart Tourism 2025
Benidorm, sebuah kota pesisir di Spanyol, telah resmi dinobatkan sebagai European Green Pioneer of Smart Tourism 2025, sebuah penghargaan bergengsi dari Komisi Eropa yang mengakui komitmen kota ini dalam mengintegrasikan konservasi lingkungan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan sosial ke dalam strategi pariwisatanya. Keberhasilan Benidorm dalam meraih gelar ini didorong oleh berbagai inisiatif inovatif yang dimanfaatkan untuk menunjang pariwisata hijau di kota ini.
Dalam pengolahan air, Benidorm menerapkan sistem pengelolaan air cerdas yang menjadi salah satu kunci keberhasilannya dalam mewujudkan pariwisata hijau. Sistem ini berhasil mengurangi konsumsi air hingga 18% dengan memanfaatkan air abu-abu hasil daur ulang untuk keperluan irigasi taman dan layanan publik lainnya. Dengan efisiensi mencapai 95%, Benidorm mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya air secara berkelanjutan, mengurangi tekanan terhadap pasokan air bersih, serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayahnya.
Selain itu, penggunaan energi terbarukan melalui panel surya juga turut digunakan sebagai upaya untuk menurunkan jejak karbon kota ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana strategis perubahan iklim yang tengah dijalankan, di mana instalasi panel fotovoltaik berskala besar mampu menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan sekaligus mengurangi biaya energi kota hingga 50%. Dengan total daya nominal mencapai ratusan kilowatt dan produksi energi tahunan yang cukup besar, penggunaan energi surya ini tidak hanya mendukung operasional fasilitas publik secara ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat posisi Benidorm sebagai pelopor destinasi pariwisata hijau yang mengintegrasikan teknologi pintar dan keberlanjutan.
Benidorm juga melakukan diversifikasi model pariwisata yang sebelumnya hanya mengandalkan wisata pantai. Kota ini mengembangkan segmen ekowisata dengan Terra Natura Benidorm, sebuah taman margasatwa modern yang dirancang dengan konsep habitat alami tanpa penghalang, memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan lebih dari 1.500 satwa dari 200 spesies, termasuk 50 spesies yang terancam punah. Taman ini juga menampilkan lebih dari 2.500 tanaman asli, serta menyediakan edukasi mendalam tentang keanekaragaman hayati dan konservasi melalui pertunjukan dan kegiatan interakti. Selain itu, Benidorm mengembangkan jalur-jalur alam untuk hiking dan pengamatan burung di kawasan lindung seperti Sierra Helada, yang memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam sambil belajar tentang ekosistem lokal.
Langkah Benidorm Untuk Mengatasi Perubahan Iklim
Untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata, Benidorm menerapkan berbagai langkah adaptasi yang strategis dan inovatif.Salah satu upaya utama adalah pembangunan tanggul laut yang dirancang secara khusus untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global serta gelombang badai yang semakin intens. Tanggul ini tidak hanya berfungsi sebagai penghalang fisik, tetapi juga dirancang dengan memperhatikan aspek ekologi agar tidak mengganggu ekosistem pesisir yang sensitif, sehingga tetap menjaga keseimbangan alam di sekitar pantai.
Selain itu, program reboisasi dengan tanaman asli juga dijalankan secara masif guna meningkatkan kualitas udara, menyerap karbon dioksida, dan memperkuat habitat alami yang mendukung keanekaragaman hayati. Penanaman pohon-pohon lokal ini tidak hanya memperindah lanskap kota tetapi juga berfungsi sebagai penyangga alami terhadap erosi dan banjir.
Kota ini mengalokasikan 61% wilayahnya sebagai kawasan lindung serta konservasi laut. Benidorm melindungi 173 hektar padang rumput laut Posidonia Oceanica, sebuah ekosistem laut yang sangat penting dan unik di kawasan Mediterania. Padang rumput laut ini tidak hanya berperan sebagai habitat bagi berbagai spesies laut yang beragam, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang krusial dalam menjaga kualitas air, mencegah erosi pantai, serta menjadi salah satu penyerap karbon alami yang paling efektif di dunia. Dengan menjaga kelestarian Posidonia oceanica, Benidorm berkontribusi secara signifikan dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida, sekaligus melindungi keanekaragaman hayati laut yang menjadi daya tarik utama pariwisata ekologi di wilayah tersebut.
Melalui hal-hal tersebut, Benidorm berhasil membangun model destinasi wisata yang tidak hanya menarik dan beragam, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan untuk masa depan. Benidorm berhasil mengintegrasikan pariwisata dengan konservasi alam, menjadikannya contoh destinasi yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologis secara harmonis. Dengan demikian, Benidorm tidak hanya memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, tetapi juga memperlihatkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas hidup masyarakatnya.

