KDM Janjikan Asuransi Ketenagakerjaan untuk 5,4 Juta Warga pada 2027

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM), menjanjikan program perlindungan asuransi ketenagakerjaan bagi 5,4 juta warga Jawa Barat pada 2027.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, termasuk mereka yang bekerja di industri genteng.
KDM mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jawa Barat dalam mendukung program Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyoroti masih banyak pekerja pabrik genteng yang belum mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan maupun ketenagakerjaan. Akibatnya, pekerja kerap kesulitan mendapatkan perawatan dan pembiayaan ketika mengalami kecelakaan kerja.
“Hampir rata-rata pegawai pabrik genteng tidak dilindungi oleh asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan, sehingga kalau kecelakaan kerja mereka sering kebingungan. Tidak ada yang merawatnya dan tidak ada yang membiayai,” kata Dedi dalam acara Peluncuran 2,4 Juta Genteng di Sentra Jatiwangi Kabupaten Majalengka dan KUR Perumahan di Lapangan Pasar Lawas, Kabupaten Majalengka, Minggu (8/11).
KDM melanjutkan, melalui program itu, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja berhak mendapatkan santunan sebesar Rp 72 juta. Selain itu, dua anak pekerja yang terdampak juga akan memperoleh fasilitas pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.
“Provinsi Jawa Barat tahun 2027 mengasuransikan ketenagakerjaan sebanyak 5,4 juta warga Jawa Barat. Sehingga nanti kesehatannya terlindungi, kecelakaan kerjanya terlindungi,” paparnya.
Program perlindungan akan dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jamsostek, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, Dedi menyebut tugas pemerintah daerah dalam mendukung program ASRI juga mencakup penataan lingkungan dan pemanfaatan produk lokal, termasuk material berbasis tanah seperti genteng dan bata.
Ia menerangkan, Pemprov Jawa Barat mulai menggunakan material berbasis tanah liat untuk berbagai pembangunan fasilitas publik, mulai dari sekolah, kantor pemerintahan, hingga ornamen jalan dan pagar.
