Turis Asing Rata-rata Habiskan Rp 24,9 Juta saat Berlibur di Indonesia

Turis asing tercatat menghabiskan rata-rata USD 1.374 atau sekitar Rp 24,9 juta (kurs Rp 18.138 per USD) saat berkunjung ke Indonesia pada triwulan III 2026 (Juli-September).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka ini meningkat dibandingkan triwulan II 2026 dan triwulan III 2025.
“Perkembangan pengeluaran wisatawan mancanegara, pada kondisi triwulan III tahun 2026, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai USD 1.374,48,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam paparannya di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11).
Menurut Ateng, selain angka pengeluaran wisman per kunjungan yang mengalami peningkatan, rata-rata lama tinggal wisman pun menunjukkan perkembangan positif dibandingkan triwulan II 2026 dan triwulan III 2025, yakni selama 11,01 malam.
Data BPS menunjukkan pengeluaran terbesar wisman dialokasikan untuk akomodasi sebesar USD 497,12, diikuti pengeluaran untuk makanan dan minuman senilai USD 271,33, serta cinderamata sebesar USD 148,93.
Ateng melanjutkan, terdapat karakteristik wisman sesuai dengan maksud kunjungan utama dan jenis akomodasi utamanya sepanjang triwulan III 2026.
Sebesar 79% wisman mengunjungi Indonesia dengan tujuan utama berlibur, sementara sebesar 60,95 persen wisman memilih akomodasi hotel berbintang selama menginap di Indonesia.
Secara kumulatif, sepanjang Januari sampai September 2026, total kunjungan wisman mencapai 12,01 juta kunjungan atau meningkat 5,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Capaian kunjungan wisman dari bulan Januari sampai dengan September tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” jelas Ateng.
Ia menambahkan, sebagai bahan pembanding, di Januari sampai September 2019, kunjungan wisman mencapai 12,10 juta.
Berdasarkan paspornya, wisman pemegang paspor Malaysia, Australia, dan Tiongkok berada di urutan teratas kunjungan wisman terbanyak pada kondisi September 2026.
“Kunjungan wisman paling banyak dilakukan oleh wisatawan yang memegang paspor Malaysia yaitu 16,76 persen, paspor Australia 17,43 persen, dan paspor Tiongkok 10,76 persen,” tutur Ateng.
