Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
"Kami menunggu saja. Mereka menawarkan berapa. Kalau saya dengar kan mereka sekarang ada dua yang prototype. Kalau sudah ada, ya kita lihat nanti kebutuhannya berapa,” ungkap Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat ditemui usai penandatanganan MoU dengan PT MAB di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/3).

Menurut dia, saat ini setiap harinya Bandara Soekarno-Hatta dipadati sekitar 170 ribu pergerakan penumpang. Dengan adanya pengoperasian bus listrik dengan tipe low deck ini maka akan membantu melayani penumpang yang hendak bergerak dari satu terminal ke terminal lainnya yang berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
"Jadi kalau dengan kapasitas besar zero emisi gas buang, biaya operasi yang rendah, saya rasa peningkatan kinerja operasi bandara akan menjadi semakin baik. Dengan teknologi terkini membuat reputasi Bandara Soetta sejajar dengan bandara-bandara internasional lain di dunia,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Namun Awaluddin menegaskan bus listrik milik MAB belum bisa beroperasi karena masih menunggu sertifikat laik operasi dari Kementerian Perhubungan.
"Jadi kita tunggu ini dan kami sangat senang bahwa proses uji coba diharapkan bisa segera dilakukan biar cepat segera diadakan,” jelasnya.