Hati-hati, Pamer saat Mudik ke Kampung Bisa Bikin Kantong Jebol

Mudik saat momen lebaran memang jadi sesuatu yang dinanti-nati. Bagaimana tidak, kesempatan berkunjung ke kampung halaman itu pun seringnya hanya bisa dilakukan setahun sekali karena padatnya pekerjaan.
Selain sebagai momen silaturahmi, mudik ke kampung halaman ada pula yang menjadikan sebagai ajang pamer kemapanan. Misalnya saja, dengan beli-beli secara impulsif saat tiba di kampung halaman.
Nah lho, hati-hati dengan sikap itu! Salah-salah bisa bikin kantong jebol. Lantas, bagaimana mengatasinya?
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno, mengatakan penting untuk mewaspadai pengeluaran yang hanya bersifat konsumtif seperti halnya pamer.
Sebaliknya, kunci agar keuangan aman saat mudik Lebaran yaitu menganggarkan untuk kebutuhan prioritas. Maka dari itu, perlu adanya alokasi hingga pemisahan yang jelas antara kebutuhan rutin bulanan dan tambahan saat mudik di momen Lebaran.
"Pengeluaran bulan ramadhan, bayar dari gaji. Pengeluaran hari raya karena sifatnya ekstra, maka bayar dari THR," katanya kepada kumparan, Selasa (21/5).
Mike melanjutkan, membahagiakan keluarga dengan membelikan berbagai barang misalnya memang baik, apalagi jarang-jarang, namun ia menekankan agar pembelanjaan untuk kebutuhan penting diutamakan dulu.
Prinsipnya, kata dia, daftar pengalokasian sebaiknya disusun dari awal. Di sisi lain, perlu juga patuh menerapkan kesadaran diri soal penggunaan dana mudik agar tak hanya mengejar gengsi. Namun, kebutuhan tercukupi.
"Begitu terima THR segera saja alokasikan untuk pembayara zakat dan langsung potong minimal 10 persen untuk investasi. Sisanya digunakan untuk pengeluaran hari raya," papar dia.
Maka dari itu, ia menegaskan alokasi konsumsif untuk ajang pamer sebaiknya mengambil sisa setelah semua kebutuhan tercukupi. Sehingga, tak perlu mengutang karena justru akan membelit keuangan. Alias bikin jebol di kantong.
"Seluruh pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan yang diterima," tandasnya.
