Susi: Penenggelaman Kapal Seakan Seram, tapi Way Out Paling Cantik

12 Mei 2019 7:03 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak mundur sedikit pun dalam menenggelamkan kapal pelaku illegal fishing. Penenggalaman kapal seakan menyeramkan, tapi sebenarnya ini cara yang baik dalam pemberantasan pencurian ikan.
ADVERTISEMENT
“Penenggelaman kapal ini way out yang paling cantik dalam memerangi IUUF (illegal, unreported and unregulated fishing). Kalau tidak, mau berapa tahun permasalahan IUU Fishing akan diselesaikan,” kata Susi sebelum melakukan penenggelaman kapal di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (11/5/2019). “Di Australia saja, sampan kita masuk ke wilayah mereka saja langsung dibakar,” imbuh Susi.
Susi juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden Jokowi dalam pemberantasan IUUF.
“Komitmen Pak Presiden untuk membentuk Satgas 115. Saya diberi amanah, kita bekerja keras dan kompak, ada KKP, Kejaksaan, Polair, Bakamla, TNI AL, dalam menjaga laut kita,” kata Susi.
Susi mengingatkan bahwa Indonesia memiliki panjang pantai terpanjang ke-2 di dunia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat memimpin penengelaman kapal pencuri ikan. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
ADVERTISEMENT
“Tentunya kita tidak memagari laut kita dengan kapal perang, tapi kita memagari dengan akuntabilitas dan ketegasan, sehingga kita bisa disegani dan dihormati,” tegas Susi.
Pada saat itu, Susi juga menegaskan penolakannya terhadap upaya-upaya pelelangan kapal ikan pelaku illegal fishing. Menurut dia, para pelaku bisa kembali membeli kapal-kapal itu dengan harga hanya Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar.
“Padahal, mereka datang ke perairan kita tidak sendiri, tapi berombongan. Berapa puluh miliar rupiah yang mereka ambil dari ikan-ikan yang mereka tangkap di perairan kita,” kata Susi.
Karena itu, Susi tetap memilih akan menenggelamkan kapal-kapal pelaku illegal fishing yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). Penenggelaman kapal ini juga ia lakukan sesuai dengan UU.
ADVERTISEMENT
“Dalam penenggelaman kapal ini, komando di lapangan ada di saya. Akan selesai dengan rapi, tanpa gembor-gembor dan caci maki. Kita selesaikan persoalan besar ini dengan cara elegan,” ujar dia.
Penenggelaman kapal oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
IUUF merupakan persoalan besar yang dihadapi oleh banyak negara, terutama bagi negara yang memiliki wilayah laut. Bahkan, dukungan negara-negara di dunia terhadap usulan Indonesia agar IUUF masuk ke dalam transnational and organized crime (TOC) semakin kuat.
“Saat ini sudah ada 15 negara yang mendukung gerakan ini. Empat tahun lalu, baru didukung dua negara,” kata Susi.
Ada 51 kapal pelaku illegal fishing yang sudah diputuskan untuk ditenggelamkan.
“4 Mei lalu sudah ditenggelamkan 13 kapal, dan hari ini kita tenggelamkan 13 kapal lagi. 7 Kapal di Perairan Natuna, 3 kapal di Belawan, dan 3 kapal di Pontianak. Sisanya, 25 kapal akan kita tenggelamkan setelah Lebaran,” kata Susi.
ADVERTISEMENT
Susi menegaskan dengan sikap tegas pemerintah Indonesia di bidang kelautan dan perikanan, maka saat ini Indonesia merupakan penghasil ikan tuna nomor 1 di dunia.
“Biomass laut tumbuh 300 persen, ikan-ikan yang ditangkap juga berukuran semakin besar, tukar nelayan juga naik signifikan, konsumi ikan naik dari 36 kg menjadi 50 kg per tahun per orang,” kata Susi.
Penenggelaman kapal oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
Dalam penenggelaman kapal di perairan Natuna kali ini, Susi didampingi oleh Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Achmad Santosa, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Bramantya Satyamurti, dan Plt Dirjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman. Tiga duta besar negara sahabat, yaitu Dubes Polandia Beata Stoczyńska, Dubes Armenia Dziunik Aghajanian, dan Dubes Swedia Marina Berg, juga mengikuti acara ini. Kajari Natuna Juli Isnur, jajaran Pemkab Natuna, dan Dan Lanal juga hadir. Susi memimpin penenggelaman kapal di Natuna dari atas kapal ORCA, kapal pengawas PSDKP. Kapal yang membawa Susi mendekat hingga sekitar 100 meter dari kapal-kapal yang ditenggelamkan itu.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Agus Suherman mengungkapkan pemusnahan atas 13 kapal tersebit menambah jumlah kapal yang sudah dimusnahkan/ditenggelamkan sejak bulan Oktober 2014.
“Jadi hingga saat ini, sebanyak 516 kapal telah dimusnahkan,” tegas Agus.
Rinciannya, kapal perikanan berbendera Vietnam 294 kapal, Filipina 92 kapal, Malaysia 76 kapal, Thailand 23 kapal, Papua Nugini 2 kapal, RRT 1 kapal, Nigeria 1 kapal, Belize 1 kapal, danIndonesia 26 kapal.
Penenggelaman kapal oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
Menurut Agus, penenggelaman kapal dilakukan tidak dengan cara diledakkan. Namun dengan melubangi badan kapal. Untuk memudahkan kapal tenggelam ke dasar perairan, juga dimasukkan pasir dan batu ke dalam badan kapal. Selain itu, penambahan pemberat juga untuk memperkuat posisi kapal sehingga tidak bergeser dari titik ditenggelamkan.
ADVERTISEMENT
Sebelum ditenggelamkan kapal dipastikan tidak terdapat bahan bakar serta bahan-bahan kimia lainnya yang dapat menimbulkan pencemaran perairan.