kumparan
15 Sep 2018 15:30 WIB

Allan Marques dan Niat Revans yang Bakal Sulit Terwujud

Selebrasi Allan Marques bersama Marek Hamsik. (Foto: Getty Images/Francesco Pecoraro)
Minggu, 29 April 2018. Itulah hari di mana kans Napoli merebut Scudetto untuk pertama kalinya sejak era Diego Maradona, mati. Fiorentina adalah biang keladinya. Hari itu, Napoli kalah telak 0-3 di kandang La Viola dan kekalahan itu membuat mereka kehilangan momentum untuk mengejar Juventus di puncak klasemen.
ADVERTISEMENT
Sebelum bertandang ke Firenze, Napoli sebenarnya baru saja mendapatkan suntikan semangat. Di pekan sebelumnya, Juventus berhasil mereka taklukkan dengan skor 1-0 berkat gol Kalidou Koulibaly. Ironisnya, saat menghadapi Fiorentina, Koulibaly-lah yang lantas menjadi pesakitan. Dia diusir wasit pada babak pertama dan sejak itu Napoli tak kuasa menahan gempuran tuam rumah yang dipimpin Giovanni Simeone.
Pada pekan keempat musim 2018/19, Sabtu (15/9/2018) malam WIB, Napoli dan Fiorentina akan bentrok di San Paolo. Penggawa Napoli, Allan Marques, pun berniat untuk melakukan revans terhadap Federico Chiesa dan kawan-kawan.
"Kami memainkan pertandingan yang dulu dengan cara yang salah. Kami sama sekali tidak menunjukkan semangat juang. Belakangan ini, kami terus-terusan berdiskusi untuk mencari cara supaya kesalahan itu tak terulang lagi," kata Allan seperti dilansir Football-Italia.
ADVERTISEMENT
"Apa yang kami lakukan saat itu merusak segalanya. Kami tak boleh lagi melakukan itu karena di liga ini, setiap pertandingan adalah final. Siapa pun lawannya, pertaruhannya adalah tiga poin dan kami harus selalu percaya bahwa kami bisa menang."
"Kami punya hasrat untuk melakukan revans karena pertandingan itu betul-betul sulit kami lupakan. Kami datang ke sana usai menang melawan Juventus. Semestinya, itu adalah pertandingan di mana kami mengunci gelar Scudetto, tetapi nyatanya ia tak berjalan sesuai rencana," tutup pria asal Brasil tersebut.
Allan boleh berencana, tetapi Fiorentina saat ini sedang panas-panasnya. Mereka baru menjalani dua laga karena pertandingan pertama kontra Genoa harus ditunda. Namun, di dua laga yang sudah dijalani Fiorentina selalu menang. Sementara, Napoli baru saja menelan kekalahan telak dari Sampdoria sebelum jeda internasional lalu.
ADVERTISEMENT
Bek Napoli, Kalidou Koulibaly, tertunduk lesu saat timnya dikalahkan Sampdoria. (Foto: Reuters/Jennifer Lorenzini)
Meski demikian, jika ada pemain yang bisa diandalkan oleh Napoli, Allan-lah orangnya. Napoli memang belum tampil seimpresif musim lalu, tetapi Allan sudah begitu menonjol. Pemain 27 tahun itu sampai saat ini selalu bermain di tiga laga Napoli. Pencapaiannya yang paling menonjol, tentu saja, adalah dua assist yang sudah dia kemas.
Ccatatan apik Allan tak sampai di situ. Sampai saat ini, Allan adalah perebut bola terbaik di Serie A sekaligus pemain paling kerap dilanggar. Sudah 23 kali eks pemain Udinese itu merebut bola dari kaki lawan dan sudah 10 kali dia harus dijatuhkan. Tak heran, memang, karena di tiap laganya dia bisa membuat 3,3 dribel dan 1,7 tembakan.
Sayangnya, Allan bakal menghadapi lawan berat di laga kontra Fiorentina nanti dalam diri Marco Benassi. Jebolan akademi Internazionale itu, sampai saat ini, adalah satu dari dua pemuncak daftar marcatori bersama Krzysztof Piatek. Benassi adalah salah satu alasan mengapa Fiorentina bisa menang dua kali dalam dua pertandingan.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, sekali lagi, Allan dan Napoli boleh berencana, tetapi Fiorentina sedang panas-panasnya. Revans pun, pada akhirnya, takkan semudah yang diucapkan sang gelandang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·