kumparan
1 Jan 2019 13:42 WIB

Bagi Liverpool, Melawan City Tak Ubahnya Dua Sisi Koin

Robertson dalam sesi latihan. (Foto: Reuters/John Sibley)
Bagi Andrew Robertson, laga pekan ke-21 Premier League yang mempertemukan Liverpool dengan Manchester City di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB, terasa seperti dua sisi koin.
ADVERTISEMENT
Bulan Desember berakhir bahagia bagi Liverpool, karena skuat besutan Juergen Klopp itu berhasil mengakhiri 7 laga liga yang dijalani selalu dengan kemenangan. Salah dua lawan Liverpool merupakan bagian dari tim enam besar Premier League.
Liverpool menang 3-1 atas Manchester United di Anfield pada 16 Desember. Kemudian tim berjuluk The Reds itu mengakhiri laga terakhir di tahun 2018 dengan kemenangan telak 5-1 atas Arsenal, yang juga terjadi di Anfield, Minggu (30/12) silam.
Fakta bahwa City telah kalah tiga laga pada kurun waktu yang sama melengkapi kebahagiaan Liverpool. Menariknya, dua kekalahan yang diderita City tak terjadi ketika melawan tim besar. Setelah takluk 2-3 dari Crystal Palace pada 22 Desember, City juga kalah 1-2 dari Leicester City pada 26 Desember.
ADVERTISEMENT
Hasil-hasil ini membuat Liverpool tak hanya sukses mengudeta City dari puncak klasemen, tetapi juga membuat mereka unggul 7 poin atas tim yang dahulu bermarkas di Maine Road itu.
Liverpool dan City harus puas dengan hasil imbang. (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Tapi, Robertson mewanti-wanti agar rekan-rekannya di Liverpool hati-hati ketika menghadapi City. Seperti dua sisi koin, Liverpool tak hanya memiliki kans untuk menang, tapi juga untuk kalah dari City dengan status sebagai tim tandang. Jika yang kedua terjadi, maka situasi untuk Liverpool tentulah menjadi sulit.
“Laga ini tak diragukan lagi merupakan laga besar. Kami akan unggul 10 poin jika kami menang atas City, dan itu merupakan keuntungan besar bagi kami. Tapi, lihat sisi koin lainnya. Mereka juga bisa mempersempit jarak menjadi 4 poin,” kata mantan bek kiri Hull City itu, sebagaimana dilansir Goal International.
ADVERTISEMENT
Lantas, apakah kondisi ini membuat Liverpool tertekan? Menurut Robertson, harusnya tidak, karena begitulah risiko bermain untuk klub seperti Liverpool.
“Saya merasa tekanan selalu ada ketika bermain di klub ini. Fan menuntut kegemilangan dan kami juga menginginkannya. Sekarang, kami berada di puncak klasemen dan kami ingin terus berada di posisi ini,” ucap kapten Timnas Skotlandia itu.
“Mengakhiri Desember tanpa tergores satu kekalahan merupakan pencapaian yang bagus, tapi kami tak memenangi gelar apa-apa di bulan Desember. Di tahun 2019 kami perlu menjaga momentum untuk tetap berada di tren positif. Semoga tahun ini akan menjadi tahun baik bagi kami,” pungkas Robertson.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan