kumparan
11 Des 2018 13:03 WIB

Barca vs Spurs: Memperbesar Kemungkinan pada Ruang Ketidakmungkinan

Selebrasi gol Tottenham ke gawang Leicester. (Foto: Reuters/Ed Sykes)
Ethan Hunt tak pernah menyebut misi-misi yang dijalaninya sebagai misi mustahil. Padahal, dari judul serta plot ceritanya saja para pemirsa sudah bisa menarik hipotesis sendiri bahwa apa yang dilakukan Hunt serta rekan-rekannya memang pantas untuk disebut sebagai Mission Impossible.
ADVERTISEMENT
Hunt tentu saja hanya karakter rekaan. Kendati begitu, bukan berarti dia tak punya padanan. Sosok Hunt itu saat ini bisa disaksikan dalam diri Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur.
Tottenham memang merupakan salah satu tim terkuat Premier League. Mereka saat ini berada di urutan ketiga dengan koleksi 12 kemenangan dari 16 pertandingan. Namun, di hadapan Barcelona, Tottenham adalah remah-remah yang bisa dengan mudah dienyahkan hanya dengan ditiup.
Rabu (12/12/2018) dini hari WIB nanti Tottenham akan bertandang ke Camp Nou untuk menghadapi Barcelona. Di laga ini, Tottenham perlu kemenangan untuk memastikan kelolosan ke babak 16 besar Liga Champions. Memang benar bahwa kemenangan bukan satu-satunya opsi, tetapi inilah yang paling aman karena Internazionale yang merupakan pesaing mereka 'hanya' akan menghadapi juru kunci grup PSV Eindhoven.
ADVERTISEMENT
Kans Inter untuk mengalahkan PSV cukup besar. Pasalnya, kala bermain di Philips Stadium, awal Oktober lalu, Inter berhasil menang 2-1. Anggaplah sepak bola merupakan logika sederhana. Jika di kandang PSV saja Inter berhasil menang, bagaimana jika laga dihelat di kandang mereka sendiri?
Duel udara pemain PSV Eindhoven dengan Inter Milan. (Foto: REUTERS/Toussaint Kluiters)
Nah, karena itulah Tottenham perlu tiga poin. Saat ini mereka punya poin yang sama dengan Inter, yakni tujuh. Namun, karena Tottenham unggul dalam hal agresivitas gol, merekalah yang berhak untuk duduk di urutan kedua. Masalahnya, kans Inter untuk menang lawan PSV lebih besar dibanding kesempatan Tottenham untuk mempermalukan Barcelona.
Tottenham sendiri sebelumnya sudah bisa dikalahkan oleh Barcelona. Saat kedua kesebelasan bersua di Wembley, Barcelona berhasil menang dengan skor 4-2. Lagi-lagi, logika sederhana bisa digunakan di sini. Kalau di Wembley saja Barcelona bisa menang, bagaimana dengan di Camp Nou?
ADVERTISEMENT
Well, tidak semudah itu, Suprapto. Tunggu dulu.
Oke, Barcelona memang punya rekor menterang di stadionnya itu ketika menjamu klub-klub Inggris. Sejak 1977, cuma ada satu klub yang bisa menang di sana, yaitu Liverpool pada 2004. Ketika itu The Reds menang dengan skor 2-1 walaupun tertinggal lebih dulu. Akan tetapi, rekor kandang Barcelona secara umum musim ini tidaklah semengilap itu.
Di Liga Champions musim ini Barcelona memang selalu berhasil menang di Camp Nou. Bahkan, dua kemenangan itu, 4-0 melawan PSV dan 2-0 menghadapi Inter, mereka raih tanpa kebobolan satu gol pun. Akan tetapi, catatan di La Liga menunjukkan bahwa Camp Nou tidaklah seangker yang dibayangkan.
Musim ini Barcelona sudah menjalani delapan laga kandang. Dari 24 poin yang bisa mereka raup, Blaugrana telah kehilangan tujuh. Salah satu hasil pertandingan yang membuat mereka sampai kehilangan angka sebanyak itu adalah kekalahan dari Real Betis. Pada laga itu Barcelona kalah 3-4 sekaligus harus menerima fakta bahwa untuk pertama kalinya sejak 2003 mereka kemasukan empat gol di Camp Nou.
ADVERTISEMENT
Para pemain Real Betis merayakan gol Joaquin ke gawang Barcelona. (Foto: Albert Gea/Reuters)
Jadi, kans Tottenham pada dasarnya tidaklah tertutup-tertutup amat. Namun, apakah itu berarti mereka bisa menang begitu saja? Oh, jelas tidak. Masalahnya, Tottenham bakal bertandang ke Catalunya dengan sederet problem juga.
Masalah terbesar Tottenham bakal terletak di sisi kanan. Dengan cederanya Kieran Trippier dan Serge Aurier, Pochettino tak punya pilihan selain memainkan bek muda Kyle Walker. Tapi, Kyle Walker yang ini bukan Kyle Walker yang itu, melainkan Kyle Walker-Peters. Walker-Peters adalah alasan kenapa Pochettino mendatangkan Aurier musim lalu karena sang produk asli akademi dirasa belum cukup matang untuk jadi deputi Trippier.
Problem lain adalah cedera yang dialami Davinson Sanchez serta Mousa Dembele. Dengan cederanya dua pemain ini Tottenham kemungkinan besar bakal bermain dengan pakem tiga bek. Padahal, musim ini mereka terhitung jarang turun dengan pola demikian. Cuma tiga kali Pochettino memainkan formasi tiga bek.
ADVERTISEMENT
Di belakang, Eric Dier akan diapit oleh Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen. Di tengah, Christian Eriksen akan berduet dengan Harry Winks atau Moussa Sissoko. Baru di lini depan Tottenham bisa diperkuat pemain-pemain terbaiknya, entah itu Bamidele Alli, Harry Kane, Lucas Moura, maupun Son Heung-min. Komposisi tidak utuh inilah yang akan dijadikan tumpuan Pochettino untuk lolos ke 16 besar.
Tottenham sedikit beruntung karena pada laga nanti Barcelona kemungkinan besar bakal melakukan rotasi, khususnya setelah menjalani laga derbi melawan Espanyol. Ernesto Valverde sudah mengonfirmasi bahwa Luis Suarez takkan bermain dan kemungkinan besar Munir El Haddadi akan dijadikan starter. Leo Messi pun sepertinya akan memulai laga dari bangku cadangan.
Kyle Walker-Peters di sesi latihan Tottenham. (Foto: Reuters/Paul Childs)
Selain di lini depan, rotasi juga akan dilakukan di belakang. Gerard Pique punya kans besar untuk mengistirahatkan kaki-kakinya yang lelah untuk memberi tempat pada Thomas Vermaelen. Lalu, Jasper Cillessen juga memiliki kesempatan besar untuk tampil menggantikan Marc-Andre ter Stegen.
ADVERTISEMENT
Permasalahannya, komposisi Barcelona ini pun tak bisa dianggap enteng. Ambil contoh Munir. Saat Barcelona ditundukkan Betis, Munir menjadi pemain paling bersinar. Semua gol Barcelona pada laga tersebut, baik secara langsung maupun tidak, terlahir lewat andil Munir. Artinya, pemain berdarah Maroko ini, walaupun cuma pilihan kesekian di Barcelona, sama sekali tidak boleh disepelekan.
Barangkali, yang bisa dieksploitasi Tottenham nanti adalah Vermaelen. Mantan bek Arsenal ini baru turun tiga kali sepanjang musim. Dua di La Liga, sekali di Liga Champions sebagai pengganti. Catatan defensifnya pun tidak ada yang menonjol kecuali jumlah pelanggaran yang mencapai angka 2,5 per laga. Di La Liga, pertahanan adalah titik lemah Barcelona dan dengan keberadaan Vermaelen serta Cillessen bisa jadi itu menular ke Liga Champions.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, terlepas dari kemungkinan-kemungkinan yang ada, misi Tottenham di Barcelona tetap layak disebut sebagai misi mustahil. Saat ini, seperti yang disemburkan Herry Sutresna dalam tembang 'Barisan Nisan', satu-satunya kemungkinan Tottenham adalah memperbesar kemungkinan pada ruang ketidakmungkinan itu sendiri.
Bagaimana? Mbulet? Ya, memang. Tetapi, demikianlah memang adanya bagi Tottenham.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan