kumparan
11 Des 2018 10:22 WIB

Barcelona Tarik Dukungan dari Rencana Ekspansi La Liga ke AS

Laga Barcelona vs Girona di Camp Nou. (Foto: AFP/Pau Barrena)
Rencana La Liga untuk menggelar pertandingan di Amerika Serikat pada Januari 2019 mendatang semakin tidak jelas juntrungannya. Barcelona, klub yang rencananya bakal menghadapi Girona di Hard Rock Stadium, Miami, telah resmi menarik dukungannya terhadap rencana tersebut menyusul pertemuan dewan direksi.
ADVERTISEMENT
"Dewan Direksi FC Barcelona telah menarik kebersediaan mereka untuk bermain melawan Girona di Miami setelah konsensus gagal tercapai terkait proposal tersebut," demikian bunyi pernyataan resmi Barcelona.
"Barcelona pernah dan masih setuju untuk pergi ke Miami untuk memainkan pertandingan La Liga. Kami juga menerima bahwa keuntungan dari sana haruslah dibagi rata ke semua klub divisi satu dan dua, sesuai dengan apa yang didapatkan dari hak siar televisi. Namun, karena tidak semua pihak setuju, maka rencana ini tidak bisa diteruskan," lanjut mereka.
Hard Rock Stadium, Miami, Florida. (Foto: AFP/Hector Retamal)
Rencana penyelenggaraan pertandingan di Amerika merupakan bentuk kerja sama La Liga dengan Relevent Sports yang merupakan operator turnamen pramusim International Champions Cup. Kerja sama ini sendiri berlaku selama 15 tahun.
ADVERTISEMENT
Barcelona dan Girona awalnya sudah setuju untuk menggelar pertandingan di Miami pada 27 Januari 2019 mendatang. Kedua klub itu sudah menandatangani surat bersama La Liga yang telah diteruskan kepada RFEF. Akan tetapi, RFEF sendiri merupakan salah satu pihak yang paling getol menolak pemindahan pertandingan.
RFEF tidak sendiri. Mulai dari asosiasi pesepak bola profesional sampai presiden FIFA, Gianni Infantino, juga sudah menyatakan penolakannya. Dalam sebuah pernyataan Infantino berkata bahwa pertandingan liga yang resmi haruslah dilangsungkan di tiap-tiap negara anggota.
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: REUTERS/Ibraheem Al Omari)
Mendapat tentangan seperti ini, La Liga sebetulnya tidak pernah menyerah. Mereka sempat meminta bantuan langsung dari fans dengan merilis petisi bertanda tangan di harian Miami Herald. La Liga juga sudah memanfaatkan jasa figur publik seperti Steve Nash --yang juga merupakan pemilik klub Segunda Division Real Mallorca-- untuk menekankan pentingnya promosi sepak bola Spanyol di Amerika.
ADVERTISEMENT
Tak cuma itu, La Liga pun telah menempuh jalur hukum. Pada 30 November lalu mereka resmi menyeret RFEF ke pengadilan di Madrid. Akan tetapi, sampai sekarang segala upaya La Liga itu masih sia-sia.
Adapun, menurut seorang sumber kepada Reuters, rencana La Liga menggelar pertandingan di Amerika pada Januari 2019 memang kelewat ambisius. Namun, mulai musim depan rencana tersebut seharusnya sudah betul-betul bisa dilaksanakan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan