Pencarian populer

Cristiano Ronaldo Cedera, Apa Dampaknya untuk Juventus?

Cristiano Ronaldo terpaksa diganti akibat cedera. Foto: REUTERS/Rafael Marchante
Cristiano Ronaldo tiba-tiba menurunkan kecepatannya saat mengejar bola di sisi kanan pertahanan Serbia. Ia duduk tergeletak tak lama kemudian. Raut mukanya terlihat serius, seakan ada rasa ketakutan di sana. Ia tahu ototnya bermasalah dan butuh waktu yang tak sebentar untuk menyembuhkannya.
ADVERTISEMENT
Ronaldo pun ditarik keluar tiga menit berselang. Padahal, papan waktu Estádio da Luz masih menunjuk menit 30 dan Portugal tertinggal satu gol. Beruntung, Danilo Pereira berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-42. A Selecao das Quinas pun terhindar dari kekalahan. Meski, yah, hasil imbang itu menjadi yang keempat secara beruntun.
Belum ada konfirmasi secara pasti terkait masa pemulihan Ronaldo. Akan tetapi, cedera hamstring membutuhkan waktu pemulihan yang tak sebentar. Hamstring terjadi karena peregangan otot yang melebihi batasnya. Biasanya muncul setelah melakukan gerakan dadakan atau tiba-tiba secara eksplosif: Berlari atau melompat.
Masa penyembuhan hamstring berbeda-beda. Tergantung dari seberapa parah tingkatannya. Hanya butuh beberapa hari masa pemulihan andai terjadi tarikan otot ringan.
ADVERTISEMENT
Bila ada beberapa bagian otot yang robek, sang pemain diharuskan menepi dalam beberapa bulan. Sebagai gambaran, Harry Kane dan Dele Alli yang mengalami cedera hamstring pada awal tahun kudu diparkir hingga 2-3 bulan lamanya.
Cedera hamstring yang menimpa Harry Kane . Foto: Reuters/John Sibley
Seusai pertandingan, Ronaldo berkelakar bahwa ia bakal sembuh dalam waktu singkat.
"Saya tidak khawatir (akan cedera itu), saya tahu kondisi tubuh saya. Sekitar satu atau dua pekan lagi saya akan sembuh," terang Ronaldo dilansir Sky Sport.
Bila merunut rekam jejak cedera Ronaldo, ia sebenarnya tak pernah mengalami masalah yang membuatnya menepi dalam waktu lama. Bahkan, ini menjadi cedera hamstring perdananya bila mengacu data Transfermarkt.
Durasi absen terlama yang pernah dialami Ronaldo terjadi pada 2008/09, saat ia masih berseragam Manchester United. Pemain berjuluk CR 7 itu mengalami retak tempurung lutut dan absen selama 94 hari atau melewatkan 11 pertandingan bersama 'Iblis Merah'.
ADVERTISEMENT
Sementara cedera terparah keduanya terjadi pada final Piala Eropa lalu, saat Ronaldo berbenturan dengan Dimitri Payet. Ia mengalami robek ligamen dan kudu menepi 59 hari. Beruntungnya insiden itu terjadi sebelum musim 2017/2018 bergulir. Alhasil, Ronaldo hanya absen dalam tiga pertandingan bersama Real Madrid.
Bila mengacu pada kasus serupa yang menimpa Kane serta Alli, Ronaldo kemungkinan bakal absen hingga pertengahan Mei mendatang. Seburuk-buruknya ia bisa saja melewatkan seluruh pertandingan yang tersisa di sisa musim ini. Terlebih sekarang usia Ronaldo tak lagi muda, 34 tahun, faktor yang kurang-lebih bakal memengaruhi proses penyembuhannya.
Selebrasi Ronaldo (kanan) usai mencetak gol ke gawang Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Stadium, (13/3). Foto: AFP/BERTORELLO
Bukan hanya Portugal yang waswas dengan kondisi Ronaldo saat ini, melainkan juga Juventus. Betapa tidak, 19 gol atau 32% dari total lesakan Bianconeri di Serie A lahir darinya.
ADVERTISEMENT
Itu baru pada pentas liga, belum di panggung Liga Champions, gelar yang amat didambakan Juventus. Di situlah Ronaldo sang penggamit lima kali 'Si Kuping Besar' diharapkan--untuk menstimulus DNA juara kepada rekan-rekan setimnya.
Kemenangan Juventus atas Atletico Madrid tengah pekan lalu layak menjadi acuan. Bagaimana ia memborong tiga gol dan merealisasikan misi comeback pasukan Massimiliano Allegri itu. Juventus kemudian menang dengan agregat 3-2 dan berhak melaju ke perempat final.
Sialnya, candu Juventus akan sosok Ronaldo sudah kepalang akut. Eks pemain Sporting CP itu tak cuma jadi tumpuan di Liga Champions saja, tetapi juga pentas domestik. Kekalahan dari Atalanta di perempat final Coppa Italia lalu juga terkait dengan kegagalan Ronaldo mencetak angka.
ADVERTISEMENT
Bila kurang yakin, silakan tengok pertandingan laga Serie A termutakhir. Keputusan Allegri untuk mengistirahatkan Ronaldo berbuntut kekalahan. Juventus dilibas dua gol tanpa balas oleh Genoa yang notabene merupakan klub papan tengah.
Padahal, 'Si Nyonya Tua' diperkuat Paulo Dybala dan Mario Mandzukic di lini depan, disusul Miralem Pjanic sebagai metronom di area sentral. Sementara pos wing-back diserahkan kepada Alex Sandro dan Joao Cancelo.
Bek Juventus, Martin Caceres, diadang oleh Domenico Criscito (nomor 4). Foto: Massimo Pinca/Reuters
Oke, Giorgio Chiellini cs. memang masih nangkring sebagai capolista meski keok. Akan tetapi, catatan 27 pertandingan tak terkalahkan sejak awal musim ini mesti hangus dan yang terpenting, makin mempertegas ketergantungan Juventus kepada Ronaldo.
Anggap saja Ronaldo menepati janjinya untuk kembali maksimal dua minggu ke depan. Artinya, ia tetap akan tampil saat Juventus menyambangi markas Ajax Amsterdam pada leg pertama babak perempat final Liga Champions.
ADVERTISEMENT
Tetapi, tetap saja peraih lima titel Ballon d'Or itu akan melewatkan tiga laga Serie A ke depan (Empoli, Cagliari, dan AC Milan). Bila mengacu pada dominasi catatan pertemuan, Juventus bakalan mampu melewati adangan ketiganya--termasuk Milan. Namun, kekalahan dari Genoa bisa menjadi pembelajaran, bahwa Juve masih punya celah.
---
Untuk mengakali ketiadaan Ronaldo, besar kemungkinan Allegri akan menduetkan Mandzukic dengan Dybala--seperti pada laga versus Genoa lalu. Yah, meski keduanya tak lebih tajam ketimbang Ronaldo. Akan tetapi, jangan lupa bahwa musim lalu Dybala adalah penyumbang gol terbanyak Juventus di Serie A. So, selain mampu mengemban peran playmaker, ia juga bisa diharapkan mendongkrak produktivitas tim.
Pemain-pemain Juventus merayakan gol Moise Kean di laga melawan Udinese. Foto: Reuters/Massimo Pinca
Oh, ya, jangan lupakan Moise Kean, pemuda yang bisa jadi tumpuan Juventus di lini depan. Dwigol ke gawang Udinese di giornata 27 jadi bukti sahih kehebatannya. Belum dihitung dengan satu gol lainnya yang ia buat ke gawang Bologna di ajang Coppa Italia. Lesakannya ke gawang Finlandia jadi yang teraktual, sekaligus jadi gol perdananya bersama Gli Azzurri.
ADVERTISEMENT
Nah, ketajaman yang dimiliki Kean ini kian menambah alternatif lini depan Juventus sepeninggal Ronaldo. Dengan kata lain, Allegri masih bisa menggunakan pakem tiga penyerang seperti yang intens dipakainya. Toh, pelatih kelahiran Livorno itu tak punya banyak pilihan. Lagipula, Kean juga sudah berhasil membuktikan kualitasnya, di level klub maupun internasional.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81