Pencarian populer

Guendogan Benarkan Klaim Oezil tentang Rasialisme di Jerman

Ilkay Guendogan di sesi latihan Timnas Jerman. (Foto: AFP/Christof Stache)

Joachim Loew punya pandangan serupa dengan Thomas Mueller, Manuel Neuer, dan Toni Kroos soal keputusan pensiun Mesut Oezil. Menurut pelatih Tim Nasional Jerman itu, tidak ada sama sekali tindak rasialisme yang diterima Oezil selama bermain untuk Die Mannschaft.

"Klaimnya tentang rasialisme itu berlebihan," kata Loew dalam konferensi pers pengumuman skuat Jerman untuk Euro Nations League, seperti dikutip dari Reuters.

Sayangnya, seperti halnya Mueller, Neuer, dan Kroos, Loew sudah salah mengartikan isi dari surat terbuka Oezil. Dalam surat terbukanya, Oezil sama sekali tidak pernah menyinggung tindak rasialisme dari rekan-rekannya di Timnas. Sosok yang diserang Oezil dalam suratnya tersebut adalah Presiden DFB, Reinhard Grindel, dan sejumlah suporter yang mengata-ngatainya usai pertandingan Piala Dunia 2018 melawan Swedia.

Jika Loew masih juga gagal memahami maksud di balik surat terbuka Oezil itu, lain halnya dengan Ilkay Guendogan. Pemain Manchester City itu memahami bahwa tindak rasialisme yang dimaksud Oezil memang berada di luar Timnas.

Menurut Guendogan, ada 'orang-orang yang memanfaatkan foto (Oezil, Guendogan, dan Cenk Tosun dengan Recep Tayyip Erdogan) untuk kepentingan politis'. "Dalam konteks itu, apa yang mereka lakukan memang rasialis," kata Guendogan seperti dilansir The Independent.

Tak seperti Neuer, Mueller, Kroos, dan Loew, Guendogan secara terbuka membela Oezil. Menurutnya, rasialisme di Jerman itu ada dan nyata.

"Apakah yang dialami Oezil itu punya motif rasial? Jelas saja! Ketika ada seorang politisi Jerman menulis di Facebook: 'Tim Nasional Jerman: 25 orang Jerman dan dua pezina kambing', apakah itu bukan rasialisme?" sembur Guendogan.

"Hal seperti itu harus disebut sebagai rasialisme. Namun, bukan berarti semua orang Jerman seperti itu. Sama sekali tidak. Hampir selama hidupku, aku selalu mendapat pengalaman menyenangkan di Jerman. Aku ingin menegaskan itu," lanjutnya.

Mesut Oezil dan Ilkay Guendogan dalam sesi latihan Timnas Jerman. (Foto: AFP/Patrik Stollarz)

Walaupun secara terbuka membela Oezil, Guendogan juga tetap berusaha meyakinkan publik bahwa saat ini di Timnas Jerman sama sekali tidak ada perpecahan. Menurut eks pemain Borussia Dortmund itu, kabar perpecahan yang dimaksud sudah 'dibesar-besarkan dari luar'.

"Di Piala Dunia 2014, Die Mannschaft berisikan 23 kawan baik. Sekarang, setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2018, ada kabar perpecahan. Padahal, tim ini isinya, ya, sama saja," kata Guendogan.

"Dari sudut pandang olahraga, aku menyayangkan keputusan pensiun Oezil. Dia sudah berbuat banyak untuk sepak bola Jerman. Bagi tim, kepergiannya adalah kehilangan besar. Selain itu, Mesut juga sudah memberiku banyak hal. Dia adalah salah satu alasan kenapa aku mau bermain untuk Jerman."

"Dia telah meretas jalan untukku, jadi aku berharap dia mendapat ucapan selamat tinggal yang lebih layak. Akan tetapi, mungkin sudah jadi keputusan Oezil untuk pergi dengan cara demikian dan itu semua punya konsekuensi. Kalau aku jadi dia, aku akan melakukannya dengan cara berbeda," tutup pria 27 tahun tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: