Kumparan Logo

Kalau Ingin Maju, Newcastle United Harus Berbenah

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Manajer Newcastle United, Rafael Benitez. (Foto: Reuters/Scott Heppell)
zoom-in-whitePerbesar
Manajer Newcastle United, Rafael Benitez. (Foto: Reuters/Scott Heppell)

Sudah 30 pertandingan dijalani Newcastle United di Premier League. Namun, posisi mereka belum juga aman. Mereka berada di posisi 13 dan hanya unggul empat poin atas Southampton yang ada di zona degradasi. Situasi inilah yang membuat manajer Rafael Benitez kembali mencurahkan isi hatinya.

Bagi suporter Newcastle, Benitez adalah pahlawan. Sosok asal Spanyol itu berhasil membawa seteru berat Sunderland itu promosi ke Premier League sebagai juara Championship musim 2016/17. Akan tetapi, kiprah Newcastle di level tertinggi masih jauh dari harapan.

Keberadaan Mike Ashley sebagai pemilik jadi alasan utama. Sudah beberapa kali musim ini Benitez mengeluhkan minimnya pembelian pemain berkualitas. Ashley yang juga pendiri perusahaan ritel Sports Direct itu dianggap terlalu pelit mengeluarkan dana untuk membeli pemain.

Sebenarnya, Ashley sendiri sudah berniat menjual Newcastle. Tawaran pun sudah datang dari Amanda Steveley yang dulu menjadi broker pembelian Manchester City oleh Syekh Mansour. Namun, Ashley dan Steveley gagal mencapai kata sepakat dan The Magpies pun urung berpindah tangan.

Situasi tak ideal ini membuat Benitez gelisah. Kepada The Times, pemilik satu gelar Liga Champions itu mengatakan bahwa jika Newcastle ingin berkembang, harus ada perubahan di pelbagai sektor.

"Aku datang ke sini dengan niat untuk berkompetisi. Aku ingin membangun tim yang kuat dengan kultur klub yang kuat supaya bisa bersaing dari musim ke musim. Apabila kami berhasil bertahan [di Premier League], kami harus melakukan segalanya dengan lebih baik," tutur Benitez, seperti dikutip dari Reuters.

"Ketika aku berkata aku mau bertahan di sini, itu karena aku melihat bahwa klub ini sebenarnya punya potensi untuk berada di 10 besar, bahkan lebih. Namun, semua kembali ke konsistensi dan untuk itu, Anda perlu struktur. Semuanya harus serba terorganisir."

"Untuk bisa bersaing dan memenangi sesuatu, Anda perlu rencana dan proses. Semua harus beres, atau setidaknya transparan," sambung Benitez.

Pemain Newcastle, Kenedy, di laga vs Southampton. (Foto: Reuters/Scott Heppell)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Newcastle, Kenedy, di laga vs Southampton. (Foto: Reuters/Scott Heppell)

Sulit memang situasinya bagi Benitez. Akan tetapi, dia merasa bahwa dukungan para suporter kepadanya sangat luar biasa.

"Ketika Anda didukung seperti aku didukung para suporter klub ini, Anda jadi merasa lebih bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Aku merasa bangga atas hal itu," ucapnya.

"Semua orang berharap aku bisa selalu melakukan hal yang benar, tetapi aku tidak bisa begitu. Walau demikian, aku selalu berupaya untuk melakukan yang terbaik, memastikan bahwa aku tak membuat banyak kesalahan, supaya klub ini tetap bertahan," tutup mantan juru taktik Real Madrid ini.

Adapun, dalam delapan pertandingan pemungkas Premier League, Newcastle masih harus berhadapan dengan enam tim yang saat ini posisinya ada di atas mereka. Keenam tim itu adalah Leicester City, Arsenal, Everton, Watford, dan Chelsea.