Pencarian populer

Kekalahan Terburuk PSG Adalah Kenangan Terbaik Neymar

Selebrasi gol pemain PSG (Verratti, Neymar, dan Cavani) kala bersua FK Crvena Zvezda. Foto: REUTERS/Charles Platiau
Entah apa yang ada di kepala Neymar. Di tengah kondisi yang tak kondusif bersama Paris Saint-Germain (PSG), dia malah memprovokasi klub yang dibelanya selama dua tahun terakhir itu.
ADVERTISEMENT
Hal itu muncul dalam sesi wawancaranya bersama Oh My Goal. Menerima pertanyaan soal kenangan terbaik dalam kariernya, dia memberikan jawaban mengejutkan. Ya, dia menunjuk kemenangan 6-1 yang dibukukan Barcelona atas PSG di babak 16 besar Liga Champions, Maret 2017.
"Memori terbaik di ruang ganti? Ah, entahlah... Well, itu terjadi saat Barcelona menang atas PSG. Kami menggila setelah laga. Menurut saya, itulah kenangan terbaik," tutur Neymar.
"Saat kami mencetak gol keenam, saya tak pernah merasakan momen seperti itu. Luar biasa," katanya.
Pemain Barca merayakan keberhasilan ke 8 besar Foto: Albert Gea/Reuters
Pantas saja, sih, Neymar untuk mengklaim demikian. Karena dirinya berseragam Barcelona dan mencetak 2 gol untuk timnya. Oh iya, Neymar juga mengkreasikan lesakan keenam yang dicetak Sergi Roberto lewat skenario bola mati.
ADVERTISEMENT
Hasil tersebut juga wajar jika dirayakan secara emosional. Barcelona sempat di ujung tanduk dengan kekalahan 0-3 di kandang PSG, tetapi mengubah kemustahilan menjadi kenyataan lewat pesta gol di Camp Nou.
Yang menjadi masalah, bintang Brasil tersebut berstatus sebagai pemain PSG dan tengah diterpa isu kepulangan ke Barcelona. Nah, memori yang diutarakan Neymar juga menjadi torehan terburuk dalam buruk sejarah PSG. Laga itu tercatat sebagai kekalahan dengan skor paling telak yang pernah dialami Les Parisiens di berbagai ajang.
Penuturan Neymar pun menambah deretan kontroversinya dalam beberapa bulan terakhir. Mulai dari aksi memukul suporter di final Coupe de France, dugaan pemerkosaan terhadap korban bernama Najila Trindade Mendes de Souza, hingga mangkir dari latihan pramusim PSG.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan berbeda, Neymar juga angkat bicara soal sorotan negatif kerap menerpanya. Dia mengaku bahwa dirinya bukanlah pribadi sempurna, alias tak luput dari kesalahan.
"Saya bukanlah superhero yang mampu menangani segala tekanan di dunia. Saya juga memiliki sejumlah memori buruk sehingga memilih bersembunyi di rumah dan berkumpul bersama keluarga," kata Neymar sebagaimana dilansir oleh Goal.
"Saya bukanlah superhero yang bisa menangani segala macam tekanan di dunia. Namun, saya akan berusaha karena memahami potensi diri. Tak cuma untuk keluarga dan anak-anak saya, tetapi juga demi semua anak di dunia.
"Saya juga memahami akan sebuah tanggung jawab besar dan akan bertindak sebaik mungkin. Selalu menunjukkan kejujuran, itulah yang terpenting," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80