Mulai Januari, Masa Depan Eriksen Bersama Spurs Akan Ditentukan

Tottenham Hotspur adalah salah satu tim yang gagal dalam mempertahankan para pemain bintangnya. Michael Carrick, Dimitar Berbatov, Luka Modric, dan Gareth Bale merupakan deretan penggawa penting yang kepergiannya tak mampu mereka bendung. Suka tak suka, hal itu pula yang jadi alasan mengapa kabinet trofi Spurs masih kosong dalam 10 tahun terakhir.
Baru-baru ini, Spurs kembali diterpa gejala serupa. Adalah Christian Eriksen yang diisukan akan angkat kaki dalam waktu dekat. Durasi kontrak yang bakal habis di akhir musim 2019/20 jadi pemicunya. Terlebih, sejauh ini pemain yang diboyong dari Ajax Amsterdam itu belum menunjukkan tanda-tanda akan memperpanjang masa baktinya.
Kabar tak sedap itu ditanggapi Mauricio Pochettino dengan santai. Dia menyebutkan bila kesepakatan kontrak antara klub dan pemain bukanlah hal yang mudah. Sodoran kontrak dari manajemen klub akan sia-sia andai pihak pemain memang enggan untuk menambah masa baktinya.

"Itu tidak hanya tergantung pada keputusan Anda, tetapi itu selalu merupakan keputusan pemain," kata Pochettino dilansir Sky Sport.
Eriksen yang digaet Ajax pada awal musim 2013/14 itu merupakan salah satu pembelian tersukses Spurs. Kendati belum mempersembahkan trofi untuk The Lilywhites, playmaker berusia 26 tahun itu berhasil menjelma menjadi pilar penting tim.
Di musim lalu Eriksen masuk ke dalam skuat terbaik Premier League. Sejauh ini dia juga menjadi pemain Denmark dengan jumlah gol terbanyak di Premier League.
"Tentu saja, dia (Eriksen) adalah pemain yang diinginkan demi masa depan klub, tetapi sekarang kami harus fokus --pemain seperti dia juga fokus dan mencoba untuk memberikan yang terbaik seperti yang kami butuhkan."
Bila Harry Kane adalah peluru, maka Eriksen merupakan pelatuk yang membantu Spurs untuk melepaskan gempurannya. Ya, kredibilitas Eriksen sebagai produsen assist sudah tak diragukan lagi.
Dia rutin menjadi penyumbang assist terbanyak bagi Spurs dalam tiga edisi Premier League ke belakang. Tak sampai di situ, Eriksen juga tergolong aktif dalam mencetak gol. Bila dihitung sejak musim perdananya, dia rata-rata menyumbang 8 gol per musim.
"Keputusan baru akan diambil pada akhir musim ini atau (bahkan) akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, pada bulan Januari."
Di beberapa kesempatan musim ini, Pochettino cenderung menempatkan Eriksen ke posisi yang lebih dalam. Hal itu tak lepas dari cedera yang menimpa Moussa Dembele, Eric Dier, dan Victor Wanyama.
Kendati begitu, tak lantas mengikis kontribusi Eriksen untuk mencetak gol. Nyatanya, dia berhasil menyumbang sebiji gol saat Spurs membungkam Everton 6-2 akhir pekan lalu.

Bila Eriksen benar-benar pergi, Pochettino masih memiliki Dele Alli yang secara karakteristik cukup ideal untuk menggantikan peran seniornya itu. Toh, arsitek asal Argentina tersebut juga terbilang rutin menunjuk Alli sebagai gelandang serang kala Eriksen ditempatkan di area tengah. Akan tetapi terlepas dari semua itu, Pochettino berharap yang terbaik apapun hasil keputusan klub nanti.
"Saya berharap kami akan mengambil keputusan terbaik untuk klub dan juga pemain--ini tentang proses negosiasi dan segala kemungkinan yang mungkin terjadi."
