Kumparan Logo

Pekan Terakhir Serie A: Siapa Lolos Liga Champions, Siapa Degradasi?

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ivan Perisic berduel dengan Lucas Biglia dan Davide Calabria. Foto: REUTERS/Stefano Rellandini
zoom-in-whitePerbesar
Ivan Perisic berduel dengan Lucas Biglia dan Davide Calabria. Foto: REUTERS/Stefano Rellandini

Serie A 2018/19 menuju pekan pemungkas. Masih tersisa perebutan tiket Liga Champions dan pertarungan menghindari degradasi pada akhir pekan nanti.

Sebelum berbicara tentang dua tema tersebut, perlu diketahui bahwa 37 pekan Serie A telah menghadirkan sejumlah kepastian. Utamanya tentu saja menyangkut kesuksesan Juventus mengunci gelar juara.

Lalu, Napoli juga sudah mengamankan posisi kedua sehingga berhak mentas di Liga Champions. Sementara itu, zona merah telah mengunci Frosinone dan Chievo Verona di dua posisi terbawah.

Yang perlu dibereskan di pekan terakhir nanti adalah siapa-siapa saja yang berhak mendampingi Napoli ke Liga Champions, juga satu tim yang mesti turun bersama Frosinone dan Chievo.

Untuk dua slot tersisa di empat besar alias zona Liga Champions, masih ada empat tim (peringkat ketiga sampai keenam) yang terlibat perebutan. Ialah Atalanta (66 poin), Inter Milan (66), AC Milan (65), serta AS Roma (63).

Sementara, pertarungan menghindari zona merah bakal menghadirkan empat tim sebagai pesertanya: Fiorentina (40), Udinese (40), Empoli (38), dan Genoa (37).

embed from external kumparan

Nah, demi menghindari main mata, Lega Serie A selaku operator kompetisi menyeragamkan jadwal pertandingan untuk delapan tim di atas. Semuanya berlangsung pada Senin (27/5), dini hari WIB.

Inter Milan vs Empoli: Tripoin Wajib untuk Tuan Rumah

Sungguh sial Inter Milan. Saat rival-rivalnya menghadapi tim yang tak lagi mengusung misi di pekan terakhir, pasukan Luciano Spalletti harus beradu kepentingan. Ya, seperti telah dijelaskan di atas, Empoli berupaya lolos dari jeratan degradasi.

Hanya kemenangan yang bisa memastikan Inter mentas ke Liga Champions musim depan. Skenario lainnya, baik seri maupun kalah, bakal berbahaya untuk I Nerazzurri karena mereka harus menggantungkan nasib kepada tim lain.

Tripoin akan menjadi misi sulit bagi Inter menimbang tren performa mereka. Dalam lima laga teraktual di Serie A, I Nerazzurri cuma membukukan satu kemenangan. Bahkan, Samir Handanovic dan kolega baru saja menelan kekalahan 1-4 dari Napoli.

Berbekal rangkaian hasil minor itu, Inter harus menjamu Empoli yang datang dengan tren apik. Armada asuhan Aurelio Andreazolli tercatat selalu menang dalam tiga laga terakhir di liga. Raihan itulah yang membawa Empoli naik ke posisi ke-17 setelah sempat terperangkap di zona merah.

Matteo Politano melakukan selebrasi setelah mencetak gol dalam laga Inter Milan vs Chievo Verona. Foto: Daniel Mascolo/Reuters

Empoli wajib melanjutkan rantai kemenangan saat melawat ke Giuseppe Meazza nanti. Karena jika imbang atau kalah, mereka bisa tergusur oleh Genoa yang tertinggal satu angka saja.

Fiorentina vs Genoa: Duel Dua Tim Sakit

Baik Fiorentina maupun Genoa menatap laga ini dengan kondisi jauh dari kata ideal. Betapa tidak, Genoa menjalani sembilan laga terakhir tanpa kemenangan, bahkan lima di antaranya berujung kekalahan.

Lebih parah lagi jika menilik tren Fiorentina. Puasa tripoin telah menerpa La Viola dalam 13 partai teraktual, dengan delapan di antaranya berupa kekalahan.

Untung buat Fiorentina, pasukan Vincenzo Montella ini hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos dari jerat degradasi. Skenario ini juga menjadi kabar baik untuk Udinese karena mereka tak akan terkejar lagi oleh Genoa.

Sementara buat Genoa, raihan satu poin di laga tersebut bisa saja menyelamatkan mereka asalkan Empoli menelan kekalahan dari Inter. Dengan sama-sama mengoleksi 38 poin, Genoa bakal mendapatkan keuntungan berupa superioritas dalam hal head-to-head atas Empoli.

Cagliari vs Udinese: Cukup Satu Poin

Setelah memenangi dua laga terakhir, Udinese hampir meloloskan diri dari zona degradasi. Bahkan, Udinese tak perlu repot-repot melanjutkan tren kemenangan mereka di kandang Cagliari. Cukup hasil imbang di laga ini, maka La Zebrette kembali mentas di Serie A musim depan.

Namun, bola itu bulat sehingga semua hal bisa terjadi di lapangan, termasuk kekalahan Udinese pada pekan pemungkas. Apalagi, sang tamu tak memiliki rapor tandang bagus dengan raihan hanya 11 poin dari 18 laga. Ini berbanding terbalik dengan Cagliari yang mengemas 30 angka dalam 18 partai kandang.

Perebutan bola antara D'Ambrosio dan Sando. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo

Skenario kekalahan Udinese itulah yang bisa membuat perhitungan menjadi kompleks. Syarat lainnya, Empoli mengalahkan Inter dan Genoa menaklukkan Fiorentina.

Dengan begitu, bakal ada tiga tim yang terancam degradasi karena cuma mengemas masing-masing 40 poin: Udinese, Fiorentina, serta Genoa. Sehingga, Lega Serie A harus menyusun klasemen khusus terkait rapor head-to-head ketiga tim tersebut.

Menjadi semakin rumit lagi lantaran tabel bakal menampilkan Udinese, Fiorentina, dan Genoa dengan raihan lima poin. Maka, selisih gol dari head-to-head ketiga tim bakal menentukan.

Atalanta vs Sassuolo: Laga Kandang Rasa Tandang

Atalanta berhasrat menorehkan sejarah dalam pertandingan ini. Dengan kemenangan, mereka bakal mentas di Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarah klub.

Seharusnya tak sulit buat Atalanta memenuhi mimpi tersebut. Gian Piero Gasperini bakal melakoni laga pekan pemungkas dengan status tuan rumah. Namun, Stadion Atleti Azzurri d'Italia menjalani renovasi sehingga Atalanta mesti pindah markas.

Sial bagi Atalanta karena mereka telah memilih Stadion Mapei sebagai kandang sementara. Arena ini merupakan markas Sassuolo, lawan mereka di pekan pemungkas. Itu artinya, Atalanta harus menjalani laga kandang rasa tandang untuk mewujudkan impian menembus Liga Champions.

SPAL vs AC Milan: Menang atau Hengkang, Gattuso!

Belum ada alasan untuk manajemen AC Milan memecat Gennaro Gatuso hingga saat ini. Pasalnya, I Rossoneri masih memelihara asa untuk finis di empat besar plus merebut tiket ke Liga Champions.

Asa itu bisa menjadi kenyataan asalkan Milan menang atas SPAL, sementara salah satu dari Inter atau Atalanta gagal meraih kemenangan pada waktu bersamaan. Dengan demikian, Gattuso sangat mungkin kembali menduduki kursi pelatih Milan musim depan.

Sebaliknya, hasil imbang atau kekalahan bisa saja memaksa Gattuso terdepak karena skenario ini bisa membuat Milan gagal melaju ke Liga Champions.

Gattuso pada laga melawan Parma. Foto: Reuters/Jennifer Lorenzini

Nah, untuk skenario terakhir, Paolo Maldini sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Olahraga Milan telah mewanti-wanti Gattuso. Maldini menyatakan tak akan memandang Gattuso sebagai kawan dalam evaluasi performa sang pelatih di akhir musim, meski keduanya sempat menjalin kebersamaan sedekade sebagai pemain Milan.

AS Roma vs Parma: Misi Hampir Mustahil

Dibandingkan Atalanta, Inter, dan Milan, kans AS Roma untuk finis di posisi empat besar Serie A sangat kecil, bahkan mendekati mustahil. Apa lacur, begitu banyak syarat yang dibutuhkan tim ibu kota Italia tersebut.

Pertama, Roma harus memenangi laga melawan Parma, sementara kekalahan mesti menimpa ketiga rivalnya. Dengan begitu, ada tiga tim yang sama-sama mengemas 66 poin untuk berebut tiket Liga Champions: Roma, Inter, serta Atalanta.

Lalu, penentuan siapa yang berhak menempati empat besar harus menggunakan tabel khusus menyangkut head-to-head ketiga tim tersebut. Di sini, Roma bakal lebih superior dibandingkan Atalanta dan Inter.

Atau, Roma bisa memelihara asa lewat faktor selisih gol. Mereka harus menang dengan selisih lima gol atas Parma, sedangkan Inter dan Milan wajib menelan kekalahan. Sementara, Atalanta tak boleh kalah demi memenuhi skenario ini.