Pencarian populer

Petr Cech Belum Tentu Tampil di Final Liga Europa

Petr Cech merayakan dengan Laurent Koscielny di akhir pertandingan. Foto: Reuters

Pelatih Arsenal, Unai Emery, menyatakan bahwa Petr Cech belum tentu akan tampil di final Liga Europa menghadapi Chelsea. Walau demikian, kalaupun Cech tidak bermain, pelatih asal Spanyol itu bakal mempersiapkan penghormatan khusus bagi kiper 37 tahun yang akan segera pensiun itu.

Seiring dengan kedatangan Bernd Leno, Cech kehilangan tempat sebagai penjaga gawang utama Arsenal. Musim 2018/19, dia hanya tampil 7 kali di ajang Premier League. Walau begitu, pemain asal Republik Ceko ini tetap diandalkan oleh pelatih Unai Emery di ajang Liga Europa.

Sepuluh kali sudah Cech mengawal gawang Arsenal di ajang Liga Europa dan hasilnya The Gunners mampu mencapai babak final. Di partai puncak nanti Arsenal akan berhadapan dengan Chelsea, klub yang sebelumnya diperkuat Cech selama 11 musim. Ke Chelsea pulalah Cech akan kembali musim depan sebagai direktur olahraga.

Cech sebelumnya sudah mengutarakan bahwa menghadapi Chelsea di pertandingan pemungkasnya sebagai pemain adalah cara luar biasa untuk pensiun. Namun, hal ini nyatanya belum tentu bisa terwujud bagi dirinya.

"Siapa saja sebelas awal yang akan turun bakal kusampaikan dulu kepada para pemain, tetapi di sini aku bisa berbicara soal Petr Cech," kata Emery dalam konferensi pers prapertandingan seperti dilansir Reuters.

"Dia adalah pria hebat, seorang profesional yang hebat. Besok adalah pertandingan terakhirnya dan aku ingin memberi sesuatu yang spesial kepadanya terlepas dari apakah dia bakal bermain atau tidak."

"Aku sangat menghormati dirinya. Dia layak mendapat kepercayaan yang kami berikan kepadanya. Apakah dia akan bermain, itu akan kuputuskan belakangan, tetapi yang jelas kami sangat menghormati dirinya," tambah Emery.

Unai Emery di laga Arsenal vs Manchester City. Foto: Reuters/John Sibley

Final Liga Europa 2018/19 ini adalah kesempatan Emery untuk memburu titel keempatnya di kompetisi antarklub Eropa kelas dua tersebut. Sebelumnya, dia sudah pernah menggamit tiga gelar bersama Sevilla.

Untuk Arsenal sendiri, menjadi juara Liga Europa berarti kembali ke Liga Champions musim depan karena di Premier League mereka cuma mampu mengakhiri musim di peringkat kelima. Namun, Emery sendiri menganggap bahwa meraih gelar juara lebih penting dari 'sekadar' kembali ke pentas Liga Champions.

"Aku ingin kami semua bermain untuk merebut gelar ini. Kami pantas berada di sini dan sudah bermain sangat bagus di kompetisi ini," kata Emery.

"Level kompetisi ini terus meningkat. Musim lalu dua tim besar (Atletico Madrid dan Marseille, red) bermain di final dan besok pun demikian. Di kemudian hari bisa saja Arsenal dan Chelsea bermain di final Liga Champions."

Atletico juara Liga Europa 2017/2018. Foto: REUTERS/Vincent Kessler

"Tujuan utama kami adalah menjuarai Liga Europa. Chelsea pun begitu. Bersama Rafael Benitez, mereka juga menjadi juara di sini meskipun saat itu tidak ada bonus lolos ke Liga Champions. Bagi kami, menjadi juara adalah nomor satu, kembali ke Liga Champions adalah tujuan nomor dua," tegas eks pelatih Valencia tersebut.

Emery boleh saja berucap begitu, tetapi Granit Xhaka punya pendapat berbeda. Menurut gelandang asal Swiss itu, kembali ke Liga Champions sangat penting bagi klub dan para suporter.

"Sudah dua kali berturut-turut kami bermain di Liga Europa. Klub seperti Arsenal harusnya bermain di Liga Champions. Besok adalah kesempatan bagi kami untuk memberikan Liga Champions kembali kepada para suporter," kata Xhaka.

=====

*Arsenal akan menghadapi Chelsea di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari pukul 02:00 WIB.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63