Premier League Akan Terapkan VAR di Musim 2019/20

Akhirnya, Video Assistant Referees (VAR) resmi diterapkan di Premier League. Dalam pertemuan para perwakilan klub yang dilakukan pada hari Kamis waktu setempat, telah diputuskan bahwa VAR akan difungsikan di edisi 2019/20 mendatang--meski masih menunggu persetujuan dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional dan FIFA.
"Klub-klub Premier League telah menyetujui untuk memperkenalkan Video Assistant Referees (VAR) untuk kompetisi 2019/20," tulis Premier League dalam laman resmi mereka.
"Pada pertemuan pemegang saham hari ini, klub diberi pembaruan tentang uji coba contoh VAR yang dilakukan oleh Liga dan Pejabat Ofisial Pertandingan Profesional (PGMOL) musim ini. Pembelajaran utama dari penggunaan VAR di Piala FA dan Piala Carabao, dan liga lain di seluruh dunia, telah dibahas secara rinci."
"Program pengujian non-live Premier League akan tetap di tempat untuk sisa musim ini, dengan penekanan lanjutan pada Sabtu sore yang memiliki beberapa pertandingan yang dimainkan secara bersamaan, dan mengembangkan protokol yang jelas untuk mengomunikasikan keputusan VAR kepada penggemar. Liga sekarang akan secara resmi membuat permintaan kepada Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional dan FIFA untuk menggunakan VAR musim depan."
Dibandingkan dengan liga top Eropa lainnya, Premier League tergolong lambat untuk mengadopsi teknologi VAR. La Liga dan Ligue 1 mulai menerapkannya di awal musim ini. Sementara, Serie A dan Bundesliga lebih dulu menerapkannya di edisi 2016/17. Bahkan, turnamen sekaliber Piala Dunia juga sudah mengaplikasi sistem VAR di edisi termutakhir. Meski, ya, pro dan kontra tertuang kental di dalamnya.
Gareth Bale pernah mengutarakan bahwa sepak bola akan lebih baik tanpa VAR usai Real Madrid mentas di Piala Dunia Antarklub 2017 lalu. Bukan hanya merusak esensi dari sepak bola itu sendiri, VAR juga membikin wasit menjadi lebih sering dalam menghentikan pertandingan yang kemudian mengubah tempo permainan--sebagaimana yang pernah diucapkan Massimilliano Allegri.
Selain itu, VAR juga tak meninggalkan kesan baik seutuhnya bagi kontestan Piala Dunia lalu, salah satunya Nordin Amrabat. Penggawa Tim Nasional Maroko itu tertangkap kamera mengejek teknologi VAR seusai pertandingan. Alasannya, teknologi tersebut justru menguntungkan Spanyol dan Portugal yang jadi lawan-lawan Maroko saat itu.

Di sisi lan, eksistensi VAR terbukti memudahkan tugas wasit untuk mengambil keputusan. Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan bahwa 95 persen keputusan yang berpotensi mengubah hasil permainan di Piala Dunia 2018 sudah benar dilakukan, namun tingkat keberhasilannya itu mencapai 99,3 persen dengan bantuan VAR dalam 48 pertandingan babak grup, seperti dikutip SportTechie.
