Pencarian populer

Puja-puji Sarri untuk Produktivitas Eden Hazard

Eden Hazard merayakan gol di laga melawan Bournemouth. (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)
Eden Hazard tampaknya sudah layak disebut sebagai legenda Chelsea. Bukti yang paling gres, ya, hat-trick yang mengantar Chelsea melumat Cardiff 4-1 pada pekan kelima Premier League 2018/19, Sabtu (15/9/2018). Torehan hat-trick itu menyejajarkannya dengan para pemain legendaris Chelsea: Didier Drogba, Frank Lampard, dan Jimmy Floyd Hasselbaink yang telah mencatatkan trigol lebih dari sekali untuk The Blues.
ADVERTISEMENT
Laga yang dihelat di Stamford Bridge itu tak berjalan mulus-mulus saja untuk Chelsea. Apalagi setelah Sol Bamba membawa Cardiff unggul lebih dulu di menit 16.
Walau sempat tertinggal, kemenangan tetap menjadi milik tuan rumah berkat trigol Hazard dan satu gol Willian. Kemenangan itu memperpanjang torehan 100% Chelsea dalam lima pertandingan Premier League 2018/19, sekaligus mengantar mereka memuncaki tabel klasemen sementara.
Maurizio Sarri memang layak berterima kasih kepada Hazard. Pemain berusia 27 tahun itu merupakan jawaban untuk krisis produktivitas penyerang utama Chelsea musim ini. Kini, Hazard genap mengemas 5 gol atau lebih dari sepertiga gol keseluruhan Chelsea (14). Tak sampai di situ, pemain yang digaet dari Lille itu juga menyeruak sebagai topksorer Premier League sementara, menggeser Sadio Mane dan Aleksandar Mitrovic yang alpa di pekan ini.
ADVERTISEMENT
"Saya pikir Hazard adalah salah satu pemain terbaik di Eropa --tetapi sekarang saya berubah pikiran. Mungkin dia pemain terbaik (di dunia)," kata Sarri seperti dilansir dari The Sun.
Well, Hazard memang sedang dalam kondisi on-fire. Dia tak pernah absen mencetak gol dalam lima pertandingan terakhirnya di semua ajang, termasuk saat menyumbang sepasang gol untuk Belgia di level internasional.
Padahal, Hazard memulai start yang lambat bersama Chelsea di awal musim ini. Sarri pada awalnya memercayakan duet Pedro Rodriguez dan Willian untuk menemani Alvaro Morata di garda terdepan.
Itulah yang menjadi penyebab mengapa Hazard hanya tampil 14 menit saat timnya menang atas Huddersfield Town dan 29 menit kala menaklukkan Arsenal. Kendati demikian, minimnya jam terbang tak meredupkan pendar Hazard. Total, sepasang assist diukirnya dalam dua kesempatan tersebut.
ADVERTISEMENT
Namun, kebijakan tersebut bukan berarti mengerdilkan peran Hazard dalam ritmen permainan Sarri. Arsitek taktik kelahiran Naples itu bahkan optimistis, anak asuhnya bakal mencetak banyak gol di musim ini. Selain kreativitas dan ketajaman, stamina juga menjadi nilai plus Hazard.
Pemain Chelsea rayakan gol Hazard ke gawang Cardiff City. (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)
"Ketika kami menguasai bola di setengah area kami, dia melakukan lima atau enam sentuhan. Ini membutuhkan banyak energi. Dia bisa mencetak 30 atau 35 gol."
Sarri tak asal bicara. Dia cukup mafhum perkara mendongkrak produktivitas tim. Napoli dibuatnya menjadi kesebelasan paling agresif di tiga edisi terakhir Serie A dengan rata-rata 83,6 gol per musim.
Lagipula ramalan Sarri juga cukup berdasar. Toh, Hazard juga cukup membentangkan spanduk produtivitasnya lewat 5 gol dalam 307 menit, atau hanya butuh 61,4 menit untuk mencetak satu golnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80