Resmi: Ranieri Tinggalkan Roma pada Akhir Musim

Kebersamaan Claudio Ranieri dengan Roma akan segera berakhir. Jumat (10/5/2019) sore WIB, pelatih berusia 67 tahun itu berkata bahwa dia akan meninggalkan I Giallorossi begitu musim 2018/19 berakhir.
"Pekerjaanku akan berakhir dengan tiga pertandingan yang tersisa musim ini. Sejak awal, aku tahu aku memang hanya dipersiapkan sebagai pelatih sementara. Aku memutuskan untuk datang ke sini di paruh kedua musim karena aku adalah penggemar Roma dan aku ingin menggunakan antusiasmeku untuk membantu tim," kata Ranieri, dikutip dari Football-Italia.
Ranieri yang pada 2009 sampai 2011 sudah pernah menangani Roma itu ditunjuk sebagai pelatih interim pada Maret lalu. Mantan pelatih Chelsea itu menggantikan Eusebio Di Francesco yang dipecat menyusul rentetan hasil buruk di Serie A dan Liga Champions.
Sejauh ini Ranieri telah memimpin Roma dalam sembilan pertandingan Serie A. Namun, prestasi Roma belum bisa benar-benar dia angkat. Setelah menang 2-1 atas Empoli pada laga perdana Ranieri, Roma sempat gagal menang tiga kali beruntun sebelum kembali meraih poin penuh di laga kontra Sampdoria.
Total, Roma asuhan Ranieri cuma menang empat kali dalam sembilan pertandingan tersebut. Hasilnya, Roma pun kini masih terdampar di posisi enam klasemen sementara. Walau begitu, mereka masih punya kans lolos ke Liga Champions musim depan karena jarak dengan Atalanta yang menghuni posisi empat cuma tiga poin. Sementara, Serie A masih akan memainkan tiga pertandingan lagi.
Ranieri menyampaikan keputusan mundur ini jelang pertandingan menghadapi Juventus di Olimpico, Senin (13/5/2019) dini hari WIB. Pertandingan itu sendiri tidak lagi ada artinya bagi Juventus yang telah menyegel gelar Scudetto. Namun, Roma butuh poin sebanyak-banyaknya dan Ranieri pun memperingatkan Juventus bahwa timnya bakal tampil dengan penuh dendam setelah ditahan imbang Genoa pekan lalu.
"Untuk mengalahkan Juventus kamu butuh fokus dan determinasi. Setelah peluang yang terbuang di laga melawan Genoa, kami harus menunjukkan kepada para suporter sebuah hasrat untuk membalas dendam," tutur Ranieri.
"Ketika aku datang kami berada di posisi sulit untuk lolos ke Liga Champions. Sekarang, kami berhasil pegang kendali. Masih ada tiga laga tersisa dan kami tak boleh menyia-nyiakan kesempatan. Jangan sampai kami menyesal nantinya," tambah sosok yang mengantarkan Leicester City juara Premier League 2016 tersebut.
