kumparan
20 Okt 2018 14:24 WIB

Sesal Guardiola Lepas Hart ke Burnley

Joe Hart yang kembali bangkit di Burnley. (Foto: Action Images via Reuters/Jason Cairnduff )
Penyesalan selalu datang terlambat, termasuk yang dirasakan Josep Guardiola. Dalam wawancara teraktual, sosok yang kini menjadi pelatih Manchester City itu mengaku telah menyesal telah melepas Joe Hart ke Burnley pada bursa transfer musim panas 2018.
ADVERTISEMENT
Guardiola sudah ingin melego Hart sejak kedatangannya pada bursa transfer musim panas 2016. Sebab, kiper Timnas Inggris itu tak begitu fasih dalam melakukan operan, yang menjadi kunci dalam sistem Guardiola. Padahal, sebelum Guardiola datang, Hart adalah salah satu kapten sekaligus kiper inti skuat berjuluk The Citizens.
Di musim perdananya, Guardiola mendatangkan kiper Claudio Bravo dari Barcelona dan Hart memutuskan untuk pindah ke Torino sebagai pemain pinjaman. Musim perdana berakhir buruk bagi Bravo, sehingga City merekrut Ederson Moraes dari Benfica pada bursa transfer musim panas 2017.
Alhasil, Hart harus menghabiskan musim 2017/18 sebagai kiper West Ham United dengan status pinjaman. Musim itu berakhir buruk bagi Hart. Karena serangkaian blunder, tempatnya sebagai kiper inti direbut oleh Adrian Castillo.
ADVERTISEMENT
Dengan melejitnya performa Ederson pada musim 2017/18, Hart pun memutuskan pindah pada bursa transfer musim panas silam. Bedanya, kali ini kiper yang telah dua kali rengkuh trofi Premier League itu pindah ke Burnley dengan status permanen.
Joe Hart ketika membela City. (Foto: REUTERS/John Gress)
Bersama The Clarets, memang Hart telah kebobolan 12 gol dan hanya 2 kali nirbobol dalam 8 laga Premier League. Namun, itu bukan sepenuhnya salah Hart. Karena kiper kelahiran Shrewsbury ini telah bekerja keras dengan melakukan 4,4 penyelamatan setiap laganya, jika mengacu pada statistik resmi Premier League. Inilah dasar penyesalah Guardiola.
“Saya tahu kepindahan Hart sangat sulit diterima para suporter, karena dia adalah kiper yang hebat dan telah meraih beragam kegemilangan di City. Itulah kenapa tak mudah bagi saya untuk melepas Hart,” kata manajer kelahiran Santpedor itu, sebagaimana dilansir oleh Goal International.
ADVERTISEMENT
“Saya tak selalu mengambil keputusan yagn tepat. Saya membuat keputusan yang sangat bagus dan sangat buruk. Tapi, saya perlu mengambil keputusan di momen dan waktu yang tepat. Meski begitu, ada saja keputusan yang saya sesali setelah saya ambil. Inilah yang terjadi pada kasus Hart,” ujarnya menambahkan.
Hart sendiri akan kembali Etihad Stadium sebagai pemain Burnley saat melawan City pada Sabtu (20/10/2018) malam WIB. Guardiola yakin bahwa jika jasa-jasa Hart selama memperkuat City pada era 2006-2018 akan membuatnya dapat sambutan hangat dari penggemar City.
“Saya tak meragukan seberapa pentingnya Hart bagi suporter City. Di laga itu, kamu akan melihat bagaimana orang-orang akan menghargai apa yang telah dia lakukan untuk klub ini,” tutur Guardiola, yang sempat menjadi pelatih Bayern Muenchen.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan