Kumparan Logo

Solskjaer Sudah Dipermanenkan, Bagaimana dengan Mike Phelan?

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mike Phelan merayakan kemenangan Manchester United. Foto: Reuters/Phil Noble
zoom-in-whitePerbesar
Mike Phelan merayakan kemenangan Manchester United. Foto: Reuters/Phil Noble

Ole Gunnar Solskjaer sudah dipermanenkan oleh Manchester United. Lalu, bagaimana dengan sang asisten, Mike Phelan?

Jawaban dari pertanyaan itu, secara singkat, sudah diberikan oleh Solskjaer dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih permanen United, Kamis (28/3/2019). Pria Norwegia tersebut berharap bahwa Phelan, yang saat ini masih menjabat sebagai direktur olahraga di klub A-League, Central Coast Mariners, segera menyusul dirinya.

"Mick adalah bagian penting dari tim ini dan saat ini mereka (Phelan dan Manchester United, red) sedang mendiskusikan itu. Lagipula, dengan staf yang ada sekarang ini, aku tidak berniat melakukan perombakan apa-apa," ujar Solskjaer, dilansir Reuters.

Phelan, seperti halnya Solskjaer, adalah mantan pemain Manchester United. Dari 1989 sampai 1994, Phelan menjadi salah satu andalan Alex Ferguson di lini tengah. Pensiun pada 1995, Phelan kembali ke Manchester United pada 1999 untuk menjadi pelatih akademi. Dua tahun berselang, dia dipromosikan menjadi staf pelatih tim utama.

embed from external kumparan

Selama tujuh tahun Phelan menjabat sebagai staf pelatih tim utama, sampai akhirnya, pada 2008 dia diangkat menjadi asisten Ferguson. Promosi ini terjadi menyusul kepergian Carlos Queiroz. Phelan pun bertahan di jabatan tersebut sampai Ferguson pensiun pada 2013.

Sebagai asisten, Phelan sebenarnya merupakan sosok yang paling terlibat dalam aktivitas latihan, terutama di akhir-akhir era kepelatihan Ferguson. Phelan bertanggung jawab atas dril yang dipraktikkan sehari-hari oleh para pemain United, entah itu dril menyerang maupun bertahan. Bicara soal teknis, segala keberhasilan United pada era itu, termasuk saat menjuarai Liga Champions musim 2008, adalah buah dari kehebatan Phelan di lapangan latihan.

Inilah mengapa, banyak yang menyesali keputusan David Moyes memberhentikan Phelan dari posisi asisten pelatih. Salah satu pihak yang menyesali itu adalah Moyes sendiri. Pada 2016, saat menangani Sunderland, Moyes berkata, "Kalau ditengok ke belakang, Phelan bisa jadi sosok penting untuk dipertahankan."

Kesalahan Moyes itu tak diulangi oleh Solskjaer. Kini, para pemain Manchester United terlihat lebih nyaman dengan bola, terbukti dengan rata-rata penguasaan bola hingga 61 persen di bawah rezim Solskjaer. Rahasia di balik itu, tak lain, adalah bagaimana Phelan menjalankan sesi latihannya. Para pemain United tak lagi terlalu sering dijejali info calon lawannya, tetapi lebih fokus dalam pengembangan kemampuannya sendiri.

Ole Gunnar Solskjaer dan Mike Phelan memberi instruksi pada para pemain Man United. Foto: Reuters/Phil Noble

Tak cuma hebat sebagai pelatih, sebagai pribadi Phelan pun begitu dihormati dan disukai. Humor adalah senjata utama eks pelatih Hull City tersebut dan hal itu bisa dilihat dengan jelas lewat unggahan-unggahannya di Twitter. Meski sudah paruh baya, Phelan tak asing dengan kultur meme yang jadi identitas generasi terkini. Karena itu pulalah dia bisa lebih dekat dengan para pemain. Ini membuat suasana kamp Manchester United senantiasa hangat dan jauh dari prahara seperti pada era Mourinho.

Phelan sendiri, kepada FOX Football Podcast, 25 Maret lalu, sudah berbicara soal masa depannya di United. Dia berharap bisa melakoni peran ganda sebagai asisten pelatih 'Iblis Merah' dan Direktur Olahraga Mariners.

"Ini adalah waktu yang sibuk bagi Manchester United, tentunya. Namun, di Australia sana musim kompetisi bakal segera berakhir. Kupikir, ketika keputusan sudah dibuat di Inggris, diskusi dengan Mariners akan dilakukan kembali. Kuharap, kerja sama ini akan berlanjut," tutur Phelan.

Sementara, Manchester United sendiri, menurut pemberitaan Manchester Evening News, sudah menyiapkan kontrak untuk Phelan. Akan tetapi, pengumuman sengaja ditunda karena klub ingin memberi Solskjaer satu hari spesial saat dipermanenkan sebagai pelatih.