Kumparan Logo

Topskorer Premier League: Sinar Trio Afrika dan Andil Klopp

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pierre-Emerick Aubameyang merayakan golnya dalam laga Burnley vs Arsenal. Foto: Scott Heppell/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pierre-Emerick Aubameyang merayakan golnya dalam laga Burnley vs Arsenal. Foto: Scott Heppell/Reuters

Premier League 2018/19 adalah panggung ketajaman penyerang-penyerang Afrika. Tak tanggung-tanggung, Benua Hitam bersinar lewat kehadiran tiga wakilnya di daftar topskorer.

Nama pertama tentu saja penggawa Liverpool, Mohamed Salah. Dia berada di posisi unggulan karena masih memuncaki tabel dengan koleksi 22 gol sebelum laga-laga pekan pemungkas bergulir secara serentak.

Salah ternyata tak finis sebagai topskorer seorang diri seperti musim lalu. Pemain Mesir ini harus berbagi penghargaan dengan dua penyerang Afrika lainnya: Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal) dan Sadio Mane (Liverpool).

Pendar dua nama terakhir menjadi sebab. Aubameyang mencetak dwigol untuk membantu Arsenal menang 3-1 atas Burnley, Minggu (12/5/2019) malam WIB. Begitu pula Mane yang memborong gol-gol Liverpol ketika mengalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-0.

X post embed

Sungguh langka melihat tiga wakil Afrika sebagai topskorer Premier League. Jangankan mendominasi lewat beberapa nama, mengirimkan satu nama saja sudah sulit untuk Benua Hitam.

Sebelum Salah, Afrika hanya pernah memiliki Didier Drogba sebagai topskorer Premier League. Dia merengkuh Sepatu Emas pada musim 2006/07 serta 2009/10.

Maka, tak heran jika Aubameyang melihat klasemen akhir topskorer Premier League kali ini sebagai capaian besar buat Afrika. "Saya berbagi penghargaan ini dengan dua pemain hebat lainnya. Kami mewakili Afrika. Keren, ya," tutur dia kepada BBC.

Mohamed Salah (kiri) dan Sadio Mane merayakan gol Liverpool saat menghadapi Wolverhampton Wanderers. Foto: Phil Noble/Reuters

Menariknya, ketajaman tiga nama tersebut tak lepas dari tangan dingin Juergen Klopp. Untuk Salah dan Mane, peran Klopp sangat jelas dalam perjalanan Liverpool musim ini. Begitu besar ketergantungan The Reds karena 49,4% gol mereka di Premier League tercipta oleh dua nama tersebut.

Sementara buat Aubameyang, jasa Klopp juga tak bisa dilupakan. Dialah yang merekrut Aubameyang dari Saint-Etienne ke Borussia Dortmund pada 2013 lalu. Sungguh pesat perkembangan penyerang Gabon itu setelahnya dan sempat menjadi topskorer Bundesliga 2016/17/.

Klopp sendiri sempat tak menyadari kesuksesan Aubameyang musim ini. Wajar saja, fokusnya pasti hanya tertuju pada hasil Liverpool vs Wolves serta Brighton and Hove Albion vs Manchester City. Dua laga inilah yang menentukan gelar juara Premier League.

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Foto: REUTERS/Andrew Yates

Dia baru mengetahuinya setelah mendapatkan informasi dari jurnalis dalam jumpa pers selepas laga. Namun, dia tidak melupakan bahwa Aubameyang adalah pemain yang sempat bersinar di bawah asuhannya.

"Aubameyang juga? Mereka bertiga mendapatkan Sepatu Emas? Itu bagus karena mereka adalah pemain saya," kata pelatih Jerman tersebut.