Pencarian populer

Van Dijk: Liverpool Tak Perlu Melihat Tim Lain

Van Dijk yang terus tampil gemilang bersama Liverpool. (Foto: Reuters/Carl Recine)

Selain Liverpool, ada Manchester City dan Chelsea yang masih belum merasakan kekalahan hingga pertandingan Premier League pekan ke-12 musim ini. Meski begitu, ketiga tim ini memiliki perbedaan menyoal komposisi menang, imbang, dan kalah.

City berada di puncak klasemen karena hanya 2 kali imbang pada musim ini. Sementara, Liverpool menduduki di posisi kedua karena 3 hasil imbang dan Chelsea berada di posisi ketiga setelah mengalami 4 kali imbang.

Jika laju Chelsea tersendat karena ditahan imbang Everton di Stamford Bridge, Minggu (11/11/2018), beda ceritanya dengan City. Dalam 4 laga teraktual, jagoan-jagoan Pep Guardiola selalu menang dan bahkan membukukan rapor impresif, yakni memasukkan 15 gol dan cuma kemasukan 2 kali. Terakhir, The Citizens mempermalukan Manchester United dengan skor 3-1 di Etihad Stadium.

Lantas, dengan kondisi lawan-lawan seperti itu, perlukah Liverpool merasa gentar? Jika pertayaan itu diajukan kepada Virgil van Dijk, maka dia akan menjawab bahwa sebaiknya Liverpool tak terlalu merisaukan kompetitornya. Bek termahal di dunia milik Liverpool itu malah lebih ingin timnya fokus dari satu laga ke laga lainnya.

“Musim ini begitu panjang. Tim seperti City takkan mungkin memenangi setiap laga dengan skor 5-0. Seperti tim lainnya, mereka juga akan menghadapi fase sukar di musim ini,” kata kapten Timnas Belanda itu kepada Sky Sports.

“Kami perlu melihat apa yang berada di depan wajah kami. Itu lebih penting daripada melihat laju tim lain. Karena itulah satu-satunya cara melangkah maju,” ujar Van Dijk melanjutkan.

Xherdan Shaqiri merayakan golnya ke gawang Cardiff City. (Foto: REUTERS/Russell Cheyne)

Dalam misi mencari tiga poin dari laga ke laga, Van Dijk memandang Xherdan Shaqiri bisa mencuat menjadi protagonis lainnya untuk Liverpool. Hal ini tak hanya menyangkut fakta bahwa Shaqiri yang telah mencetak masing-masing 1 gol dalam 2 laga kandang terakhir Liverpool.

Pertimbangan lainnya adalah kemampuan servis eks pemain FC Basel tersebut. WhoScored mencatat bahwa Shaqiri melepaskan 1 umpan kunci per laga (umpan per laga. Selain itu, perlu diingat bahwa Shaqiri tak hanya pandai sebagai pemain sayap, tetapi juga sebagai gelandang serang.

“Dia (Shaqiri) bekerja keras seperti yang lainnya dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika mendapatkannya. Dia mencetak gol, tetapi pengaruhnya di tim ini lebih dari sekadar gol. Hal ini tentu baik untuk kami,” kata Van Dijk.

“Shaqiri adalah pemuda dengan kualitas yang berbeda dan dengan kaki kirinya, dia patutnya selalu diwaspadai tim lawan,” pungkas Van Dijk.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60