Kumparan Logo

Vertonghen: Ada Momen Gila di Setiap Laga Liga Champions

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jan Vertonghen melayangkan tepuk tangan untuk suporter setelah pertandingan Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur. Foto: John Macdougall/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Jan Vertonghen melayangkan tepuk tangan untuk suporter setelah pertandingan Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur. Foto: John Macdougall/AFP

Liga Champions 2018/19 merupakan periode terbaik dalam karier Jan Vertonghen. Wajar saja, inilah kali pertama bek Timnas Belgia itu mencicipi pertandingan final.

Pun demikian buat Spurs secara keseluruhan. Karena pasukan Mauricio Pochettino telah mengukir epos dengan menembus babak final perdana sepanjang sejarah klub.

Nah, menjelang momen bersejarah dalam kariernya, Vertonghen coba menoleh kembali perjalanan Spurs dari babak awal. Bagi dia, begitu banyak momen mendebarkan yang mengiringi langkah The Lilywhites sampai pertandingan puncak.

"Inilah Liga Champions tergila. Maka, mencapai babak final merupakan sesuatu yang sulit dipercaya," kata Vertonghen sebagaimana dilansir oleh Guardian.

"Berapa pertandingan yang harus kami lewati untuk mencapainya? Dua belas? Dan, setiap pertandingan menyelipkan momen gila, mungkin sampai 16 momen," katanya.

Gawang Lloris kebobolan. Foto: REUTERS/Andrew Yates

Penuturan Vertonghen tak berlebihan jika menilik bagaimana Spurs kerap mendapatkan situasi sulit. Berkali-kali mereka hampir tersingkir, tetapi selalu mampu membalikkan keadaan.

Semua sudah dimulai sejak laga pemungkas Grup B. Spurs masih tertinggal 0-1 dari Barcelona saat waktu normal menyiksakan lima menit. Lalu, Lucas Moura keluar sebagai protagonis lewat golnya di pengujung laga.

Berkat lesakan tersebut, Spurs mengoleksi poin serupa dengan Inter Milan. Adalah faktor head-to-head yang mengantarkan The Lilywhites finis di peringkat kedua dan melaju ke babak 16 besar.

Situasi pelik kembali menghampiri Spurs di partai kedua babak perempat final. Raheem Sterling mampu mencetak gol sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 4-4 (agregat 5-4) pada masa injury time. Untung bagi pasukan Mauricio Pochettino, wasit menganulir lesakan tersebut dengan video assistant referee.

Puncaknya yakni fase semifinal, ketika Spurs memastikan kelolosan secara dramatis. Mereka sempat tertinggal agregat 0-3 dari Ajax Amsterdam pada babak pertama leg kedua, sebelum Moura mencetak hat-trick untuk menyamakan kedudukan. Spurs pun lolos berkat agresivitas gol tandang.

Pemain Tottenham Lucas Moura melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga bersama rekannya. Foto: Reuters/Matthew Childs

Kisah-kisah tersebut sudah cukup berkesan untuk Vertonghen secara pribadi. Dengan begitu, bek Timnas Belgia tersebut bisa bercerita kepada keturunannya bahwa dirinya secara heroik menyingkirkan Inter si pengoleksi tiga gelar juara Liga Champions dan City yang keluar sebagai kampiun Premier League.

Vertonghen tak lantas merasa puas. Dia mengharapkan akhir klimaks dengan mengalahkan Liverpool di laga final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB, dan mengangkat 'Si Kuping Besar' untuk kali pertama sepanjang kariernya.

"Di akhir karier, saya berharap bisa kembali mengenang tahun ini sebagai periode terindah dan tergila. Kami harus memenangi laga final jika memang begitulah takdirnya," ucap Vertonghen.

"Saya selalu bisa menceritakan tentang pengalaman mengikuti Liga Champions, tetapi butuh stori berbeda kepada anak-anak. Inilah (kemenangan atas Liverpool) skrip paling ideal," katanya.

====

*Final Liga Champions antara Tottenham Hotspur dan Liverpool akan diselenggarakan pada Minggu (2/6/2019) dini hari pukul 02:00 WIB di Estadio Metropolitano, Madrid.