Kumparan Logo

Cara Mengetahui Daging Ayam yang Sudah Tidak Layak Pakai

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Daging Ayam Foto: Shutterstock/Bitt24
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Daging Ayam Foto: Shutterstock/Bitt24

Ayam merupakan olahan daging yang paling digemari masyarakat Indonesia. Selain mudah didapat, daging ayam juga memiliki tekstur gurih. Sangat cocok diolah menjadi beragam hidangan. Sebut saja ayam panggang, steak, hingga chicken katsu yang sangat populer di Jepang.

Meski banyak disukai, tak banyak orang tahu bagaimana cara menyimpan dan mengolah daging ayam secara tepat. Menurut pakar yang bekerja di divisi Food Safety and Inspection Service USDA, Argyris Magoulas, penanganan daging ayam dengan cara yang tidak tepat bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Kepada Insider, ia juga mengungkapkan cara-cara mengetahui daging ayam yang sudah tidak layak pakai atau konsumsi lagi. Apa saja? Berikut kumparan rangkum untuk kamu.

1. Sudah ada di dalam kulkas terlalu lama

Ilustrasi daging ayam dalam kulkas Foto: dok.shutterstock

Menurut USDA, daging ayam harus digunakan atau diolah dalam kurun waktu satu atau dua hari setelah pembelian.

"Kamu tidak boleh menunggu hingga daging ayam tersebut mengeluarkan bau atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan, baru membuangnya," kata Magoulas.

2. Tekstur dan baunya sudah tidak enak

Ilustrasi Daging Ayam Foto: Shutterstock/Medvedeva Oxana

Jika ayam sudah lengket, berlendir, dan mengeluarkan bau tidak sedap segeralah buang ke tempat sampah. Pasalnya, ciri-ciri tersebut menunjukkan bahwa ayam sudah tidak layak pakai atau konsumsi lagi.

3. Berubah warna

Ilustrasi Daging Ayam Foto: Shutterstock/Natasha Breen

Terkadang daging ayam bisa berubah warna (baik itu menjadi pudar atau lebih gelap) karena metmyoglobin. Metmyoglobin sendiri merupakan reaksi kimia yang terjadi ketika mioglobin dalam daging terpapar dengan oksigen.

Menurut Magoulas, selama perubahan warna daging ayam tidak disertai dengan tanda-tanda kerusakan lainnya, maka daging tersebut masih aman untuk dikonsumsi.

"Tanda-tanda kerusakan itu seperti berbau, lengket, dan berlendir," tutup Magoulas.