kumparan
29 Okt 2018 12:20 WIB

Cerita Chef Alif, sang Kolektor Botol Kecap

Chef Alifatqul Maulana, kolektor kecap (Foto: dok. Kumparan)
Botol kecap mungkin nggak terlihat istimewa. Namun bagi Chef Alifatqul Maulana, botol kecap memiliki keunikan tersendiri. Itulah yang membuatnya kemudian mengoleksi botol kecap.
ADVERTISEMENT
Yang paling menarik perhatian bagi Chef Alif, sapaan akrabnya, adalah stiker yang tersemat di botol-botol kecap. Dari situlah dia menyimpulkan banyak kecap lokal yang menggunakan nama binatang, sebut saja Kecap Menjangan asal Surabaya, Kecap Cap Kuntul asal Cilacap, serta Ketjap Masak Ikan Lele asal Pati.
"Saya tertarik logonya. Kalau dijajar, logonya itu lucu lho," ujar Chef Alif saat ngobrol dengan kumparanFOOD beberapa waktu lalu.
Setiap kali menyambangi suatu daerah, hal wajib yang dilakukan Chef Alif adalah pergi ke pasar tradisional. Di situlah menurutnya tempat paling ideal berburu kecap lokal.
"Karena saya ngumpulin botol kecap, bahkan saya dibilang pemulung," kisah Chef Alif.
Nggak hanya itu, gara-gara hobi Chef Alif mengumpulkan botol kecap, istrinya sempat marah. Maklum, botol-botol kecap itu jadi turut memenuhi rumah mereka. Namun ketika Chef Alif menata dengan apik botol-botol itu di dapur, sang istri justru memujinya. "Bagus juga ya botol-botol kecapnya," ucap Chef Alif menirukan ucapan istrinya.
Koleksi botol kecap Chef Alifatqul Maulana (Foto: dok. pribadi)
Sekitar 150 sampai 200 botol kecap telah dikumpulkan Chef Alif sejak beberapa tahun terakhir. Namun dia pernah mendapati hal yang menyesakkan hati. Ini terjadi saat ada reovasi di rumahnya, lalu botol-botol kecap yang dikumpulkannya sebagian diloakkan oleh tukang bangunan.
ADVERTISEMENT
"Tapi ya gimana lagi, ya sudahlah nggak apa-apa," lanjut Chef Alif.
Lantas adakah logo kecap lokal yang jadi favoritnya? Kata Chef Alif, sebenarnya dia suka semua. Namun beberapa ada yang unik sehingga membuatnya ingat benar pada kecap tersebut. Misalnya saja Kecap Tin Tin asal Garut. Namanya mengingatkan pada tokoh kartun, bukan? Tapi meski namanya Tin Tin, namun gambarnya adalah kunci.
Koleksi botol kecap Chef Alifatqul Maulana (Foto: dok. pribadi)
"Saya koleksi sejak 2007-2008, sembari saya tugas ke luar kota. Karena saya chef ya saya cicipi kecap-kecap itu. Dan karena itu saya juga jadi tahu, kecap tertentu ada yang pas buat masakan tertentu," lanjutnya.
Hobi ini bisa dibilang bentuk penghargaan pada kecap lokal. Ya, meski sama-sama hitam dan manis, namun sebenarnya setiap kecap lokal punya keunikan tersendiri. Harapannya kecap lokal bisa menjadi salah satu ciri khas daerah, sehingga akan menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang datang.
ADVERTISEMENT
Bagaimana denganmu, apakah berminat mengoleksi botol kecap juga?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·