Pencarian populer

Manisnya Kisah Kecap Legendaris Tanah Air, Mana yang Tertua?

Konten spesial kecap (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Istilah ‘tak bisa hidup tanpa kecap’ rasa-rasanya memang tepat untuk masyarakat Indonesia yang mengaku sebagai pencinta kecap manis. Ya, di Tanah Air jenis kecap manis memang sudah populer sebagai bumbu penyedap, diperkirakan sejak abad ke-18. Bahkan, kecap juga diperkirakan sudah masuk Nusantara jauh sebelum itu, ketika imigran asal Tiongkok memperkenalkan kecap asinnya.

Akulturasi budaya yang tercampur dalam setiap tetesan kecap yang kita nikmati, rupanya membawa kisah tersendiri bagi para produsennya. Di Indonesia terdapat puluhan merek kecap lokal yang memiliki kecap khas buatan masing-masing daerah.

Lalu, apa saja merek kecap manis legendaris di Tanah Air? Lantas merek kecap manakah yang tertua? Yuk, simak ulasannya yang sudah kumparanFOOD rangkum berikut ini.

5. Kecap Cap Maja Menjangan

Kecap Maja Menjangan (Foto: dok.bumimajalengka.blogspot.com)

Meski bukan yang tertua, kecap asal Majalengka, Jawa Barat ini termasuk yang legendaris. Didirikan oleh Haji Saad Wangsadidjaja, pabrik kecapnya sudah ada sejak tahun 1940 yang saat itu dibuat dengan modal dan peralatan sederhana. Meski dibuat dengan serba keterbatasan, kecap manis ini memiliki rasa yang khas.

Cita rasa kecap Cap Maja Menjangan disukai karena teksturnya yang kental, rasa manis alami dari gula aren, dan tanpa bahan pengawet, namun tetap dapat bertahan hingga dua tahun lamanya.

Kecap ber-tagline “kecap nikmat semua generasi” ini dikemas dalam botol kaca berbagai ukuran. Ukurannya mulai dari 140 mililiter hingga 600 mililiter yang bisa ditemukan di daerah sekitaran Cirebon, Karawang dan Kuningan, Jawa Barat.

4. Kecap Cap Sawi

Kecap Cap Sawi (Foto: dok.bukalapak.com)

Nama kecap lokal yang berdiri sejak tahun 1935 ini memang terbilang unik. Namun jangan salah sangka dulu, meski namanya mengambil kata dari jenis sayuran bukan berarti kecap ini terbuat dari sawi, lho. Seperti beberapa kecap manis lainnya, Kecap Cap Sawi juga menggunakan bahan kedelai hitam.

Uniknya lagi, kecap tradisional asal Kediri, Jawa Timur tersebut menggunakan campuran rempah-rempah sehingga tahan tanpa bahan pengawet. Dengan resep tradisional pembuatnya yang merupakan seorang wanita bernama Hwan Gwan Ing, Kecap Cap Sawi memiliki cita rasa asli, dan sehat dikonsumsi oleh keluarga.

3. Kecap Bango

Kecap Bango Light (Foto: dok.unilever.co.id)

Siapa yang tak mengenal merek kecap satu ini? Hadir sejak tahun 1928 hingga saat ini kecap yang khas dengan warna stiker toskanya itu sangat dekat dengan sajian-sajian rumahan keluarga Indonesia.

Awalnya Kecap Bango merupakan industri rumahan yang dibangun oleh Tjoa Pit Boen yang saat itu berjualan hanya di toko kecil garasi rumahnya. Hewan bangau atau bango dipilih karena diharapkan kecap manis ini dapat sukses terbang tinggi.

Kecap yang menggunakan bahan kedelai hitam malika itu memiliki status perusahaan yang berubah-ubah. Hingga pada tahun 1992, PT Unilever Indonesia mengakusisi mereknya dan mempersingkat namanya menjadi ‘Bango.’ Hingga tahun 2001, kecap asal Banten, Jawa Barat itu resmi bergabung dengan PT Unilever Indonesia dan di tahun 2008 merek yang awalnya bernama ‘Kecap Bango’ resmi berubah menjadi ‘Bango.’

2. Kecap Siong Hin (SH)

Kecap SH (sticker kuning) di salah satu warung pedagang Pasar Lama, Tangerang. (Foto: Azalia Amadea/kumparan)

Bagi kamu warga Tangerang mungkin sudah tak asing lagi dengan merek kecap legendaris satu ini. Diproduksi sejak tahun 1920, kecap ini dirintis oleh pemiliknya Siong Hin.

Cita rasa manis dari kecap ini sangat alami karena menggunakan gula merah asli dengan warna yang kecokelatan dan tidak terlalu pekat jika dibandingkan dengan kecap hitam lainnya. Biasanya Kecap SH cocok dinikmati sebagai bumbu penyedap sajian bakso, bubur, sate dan kuliner pinggir jalan lainnya.

Uniknya lagi, kecap dengan warna oranye dan putih ini sudah lebih modern jika dibandingkan dengan kecap tradisional lainnya. Ini bisa dilihat dari kemasan yang sudah menggunakan botol plastik dan tutup flip. Selain itu, Kecap SH juga memiliki ukuran sachet dan isi ulang atau refill pouch.

1. Kecap Benteng Teng Giok Seng

Kecap Tien Gok, di Museum Benteng, Tangerang. (Foto: Azalia Amadea/kumparan)

Nah, sampailah kita pada pembahasan siapa kecap tertua di Tanah Air. Ya, predikat ini rasanya pantas diberikan kepada Kecap Benteng bermerek Teng Giok Seng yang sudah ada sejak tahun 1882. Kecap yang pertama kali didirikan oleh Teng Hay Soey dan kini diteruskan oleh Teng Giok Seng tersebut merupakan kecap tertua yang hingga kini masih bisa kita temukan keberadaannya di daerah Tangerang.

Dijelaskan Martin, pemandu wisata Museum Benteng Heritage, pemasaran kecap ini tidak terlalu luas, hanya di Tangerang dan Jakarta. Hal ini dikarenakan, hingga zaman modern seperti ini Kecap Benteng masih mempertahankan keaslian cita rasa dan bentuk kemasannya. Hingga berusia lebih dari seabad, tepatnya 136 tahun, Kecap Benteng masih menggunakan botol kaca untuk menjaga cita rasanya. Seiring perkembangan zaman Kecap Benteng saat ini juga memiliki kemasan isi ulangnya.

Kecap Benteng sendiri terkenal dengan cita rasa asin yang mendominasi kecap manisnya. Biasanya kecap ini digunakan sebagai campuran pada menu masakan utama seperti olahan seafood, tumisan, nasi goreng dan masih banyak lagi.

Jadi, kecap legendaris mana yang sudah pernah kamu cicipi?

Simak selengkapnya konten spesial kumparan dalam topik Sejuta Rasa Kecap.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: