Kumparan Logo

Andre Taulany Minta Maaf Atas Dugaan Menghina Nabi Muhammad

kumparanHITSverified-green

Komedian Andre Taulany memberi pernyataan kepada awak media di kantor MUI. Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Komedian Andre Taulany memberi pernyataan kepada awak media di kantor MUI. Foto: Ronny

Komedian Andre Taulany datang ke kantor MUI yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (4/5). Tujuannya adalah untuk meminta maaf kepada publik atas dugaan menghina ulama dan Nabi Muhammad SAW.

Kehadiran pria berumur 44 tahun ini disambut oleh Muhammad Cholil Nafis selaku Ketua Komisi Dakwah MUI. Setelah keduanya melakukan diskusi di ruang tertutup, mereka keluar untuk memberikan pernyataan kepada awak media.

“Alhamdulillah di kesempatan yang baik ini, saya bisa hadir ke tempat ini untuk bersilaturahmi, bertemu dengan Bapak Kiai Haji Cholil. Pertama-tama adalah untuk bersilaturahmi dan juga tentu saja ada maksud dari saya pribadi menyikapi permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi terkait diri saya,” ucap Andre.

Presenter Andre Taulany berbicara didampingi Ketua Dakwah MUI, Muhammad Cholil Nafis saat menggelar konferensi pers. Foto: Ronny

Belum lama ini, di dunia maya viral sebuah video yang memperlihatkan Andre diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Di video tersebut, Andre yang tengah menjadi host bersama Sule, berbincang dengan Virzha yang sedang menjadi bintang tamu.

Acara ini sendiri diketahui tayang pada Ramadhan tahun 2017. Kala itu, Virzha mengaku mengagumi Nabi Muhammad SAW yang wanginya seperti 1.000 bunga.

Namun, Andre malah menanggapinya dengan candaan. “Aromanya 1000 bunga? Itu badan apa kebon,” katanya.

Selain itu, Andre juga diduga menghina ulama, yaitu Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat dalam program acara yang juga dibawakannya bersama Sule pada April lalu.

Presenter Andre Taulany berbicara kepada awak media saat gelar konferensi pers terkait video yang viral. Foto: Ronny

Di acara tersebut, Sule sempat bertanya kepada salah satu bintang tamu, YouTuber Jovial da Lopez, tentang merek sepatu yang sering dipakainya.

Saat sesi tanya jawab berlangsung antara Sule dan Jovial terkait merek sepatu, Andre pun ikut menimpali.

"Karena memang Le (Sule), merek Adisomad itu sepatu ...," kata Andre.

Potongan-potongan video terkait ucapannya itu langsung viral di media sosial. Tagar #AndreTaulanyMakinSongong juga sempat menjadi trending topic di Twitter.

Presenter Andre Taulany berjalan bersama Ketua Dakwah MUI, Muhammad Cholil Nafis jelang konferensi pers di Kantor MUI. Foto: Ronny

Menanggapi video-video tersebut, pria kelahiran Jakarta ini mengaku jika dirinya tidak bermaksud untuk menghina.

“Saya umat muslim tentu cinta juga kepada Rasulullah SAW, di mana saya selalu menyebut namanya di dalam ibadah saya, dalam salat saya, salawat saya, jadi, Nauzubillah min zalik kalau saya sampai menghina nabi saya sendiri, nabi kita semua Nabi Muhammad,” beber Andre.

Maka dari itu, Andre bermaksud untuk meminta maaf atas segala kekhilafan yang ia perbuat melalui candaan atau perkataannya.

“Dengan segala kerendahan hati, apabila ada candaan saya atau mungkin kata-kata saya yang secara tidak langsung menyakiti perasaan saudara-saudara semua, seluruh umat Islam, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan dan juga kelalaian saya yang tanpa saya sengaja,” tutur Andre.

Presenter Andre Taulany bersama Ketua Dakwah MUI, Muhammad Cholil Nafis, saat menggelar konferensi pers berikan permintaan maaf terkait video viral di kantor MUI Jakarta Pusat, Sabtu, (4/5). Foto: Ronny

Tak lupa, suami dari Rien Wartia Trigina ini memohon bimbingan dari kiai, MUI, para ulama, ustaz, para ulama, tokoh pemuka agama, dan seluruh umat Islam. “Saling mengingatkan dan memberikan masukan yang baik agar selamat dunia akhirat,” katanya.

Kiai Haji Cholil mengatakan bahwa kejadian ini bisa dijadikan sebagai pelajaran. Karena Andre sudah meminta maaf dan bertaubat, ia berharap umat Islam bisa menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Andre.

“Mas Andre barangkali bisa dijadikan pelajaran. Baik dengan ajaran itu atau dengan ajaran agama Islam, atau Nabi Muhammad, apalagi Alquran, hadits, tolong dihindari, jangan masuk dalam candaan. Umat Islam pasti tidak rela dengan orang yang diagungkan lalu dicandakan,” pungkas Cholil.