Pencarian populer

Erix 'Soekamti' soal Jerinx Tegur Via Vallen: Harus Kulo Nuwun Dulu

Via Vallen dan Jerinx SID. (Foto: Instagram/@viavallen dan @jerinx.sid)

Perseteruan mengenai hak cipta lagu antara drummer Superman Is Dead (SID), Jerinx, dengan pedangdut Via Vallen tengah ramai di media sosial. Jerinx menyayangkan tindakan Via yang secara komersil menyanyikan lagu karyanya ‘Sunset Di Tanah Anarki’ tanpa izin.

Teguran Jerinx di media sosial pun disoroti secara beragam oleh banyak pihak. Sejumlah netizen bahkan melaporkan salah satu unggahan drummer yang jago surfing tersebut ke pihak Instagram. Sehingga, unggahan itu kini pun telah dihapus oleh pihak Instagram.

Sebagai sesama musisi, vokalis Endank Soekamti, Erix, memberikan komentar terkait masalah Jerinx dan Via Vallen. Ketika ditemui di Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, ia setuju dengan tindakan Jerinx memperingatkan Via atas tindakannya yang kurang terpuji.

”Itu hak dari musisi yang punya lagu. Cuma caranya saja beda-beda. Menurutku layak, karena itu haknya pencipta dan yang membawakan harus kulo nuwun (permisi) dulu,” ungkap Erix, pada Selasa (13/11).

Erix Soekamti. (Foto: Instagram/@erixsoekamti)

Ia pun lantas menceritakan pengalaman pribadinya saat membawakan atau mendaur ulang karya milik orang lain. Seperti diketahui, Endank Soekamti pernah membuat album ‘Kolaborasoe’ yang seluruh track-nya merupakan daur ulang dari karya-karya banyak musisi hebat, mulai dari Dewa 19, Naif, hingga Didi Kempot.

“Endank Soekamti mau bawain lagu Naif, ya, kita kulo nuwun dulu sama Naif. Lagunya Dewa juga, kulo nuwun sama publishing-nya. Karena ada hak ekonomi di situ yang harus di-share juga,” tuturnya.

Meski setuju dengan tindakan Jerinx yang memperingatkan Via Vallen terkait hak cipta, Erix tetap kurang sependapat mengenai teguran yang disampaikan melalui media sosial. Ada cara yang lebih baik dan profesional untuk menegur sesama musisi.

“Sebaiknya menelpon pihak publishing-nya Via Vallen untuk menyelesaikan administrasi. Dari Jerinx juga sebaiknya hubungi manajemen sebelum ke umum,” kata Erix.

Namun, tindakan Jerinx tetap diapresiasi oleh Erix. Ayah dari Goku itu mengaku salut pada Jerinx yang berani memperbicangkan masalah yang selama ini terabaikan di ranah publik.

“Bahkan dari kata-kata Jerinx pun, ini orang enggak ngerti tentang music publisher. Tapi, apa yang dia katakan benar tentang hak. Karena dia mencipta dan lagunya dipakai, paling enggak harus kulo nuwun lah,” ucapnya.

Jika diberi kesempatan, Erix mau menengahi masalah antara Jerinx dan Via Vallen. Ia ingin tahu bagaimana proses perlindungan hak cipta dari pihak label Jerinx dan Superman Is Dead, Sony Music Entertainment Inc.

Selain itu, ia juga ingin memberi pelajaran pada para pedangdut yang selama ini kerap tak mengindahkan hak cipta lagu orang lain. Parahnya, hal itu dilakukan untuk mengejar materi semata.

“Saya bingung, Jerinx itu kan labelnya Sony, kan punya publishing gede. Seharusnya yang rewel publisher-nya. Ini apakah ada miss antara Jerinx dan pihak publisher-nya atau gimana? Dari pihak Via Vallen juga, itu kalau di dunia dangdut itu banyak membawakan lagu orang sudah sering sekali. Tentang ini, mereka juga tidak teredukasi,” imbuh Erix.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.40