kumparan
19 Okt 2018 12:58 WIB

Film Coldplay Cuma Tayang Sehari, Cek Jadwal dan Harga Tiketnya

Poster film dokumenter Coldplay. (Foto: Trafalgar Releasing)
Kabar bahagia untuk kalian para penggemar setia Coldplay di Indonesia!
ADVERTISEMENT
Beberapa waktu lalu, band asal Inggris tersebut mengumumkan bahwa mereka akan merilis film dokumenter berjudul 'A Head Full of Dreams'. Film tersebut akan menguak perjalanan mereka selama 20 tahun berkarya di industri musik.
Hanya saja, perilisan film dokumenter ini hanya akan diadakan secara khusus selama satu hari saja di 2 ribu layar di seluruh dunia, pada 14 November mendatang. Di Indonesia sendiri, 'A Head Full of Dreams' akan ditayangkan di CGV Cinemas, Cinemaxx Theater, Flix Cinema, dan Kota Cinema.
Tiket film dokumenter itu akan mulai dijual pada 26 Oktober mendatang dengan harga Rp 75 ribu, khusus untuk di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Medan. Sementara di kota-kota lainnya, tiket dijual seharga Rp 60 ribu.
ADVERTISEMENT
'A Head Full of Dreams' akan mengisahkan tentang rekam jejak perjuangan dan kesuksesan Chris Martin dan kawan-kawan. Mulai dari bermain di ruang belakang pub Camden, sampai dengan kesuksesan konser-konser mereka yang tiketnya terjual habis di seluruh dunia.
Inti cerita dalam film tersebut adalah bagaimana para personel Coldplay memupuk rasa kekeluargaan yang tak tergoyahkan sehingga bisa membuat mereka bertahan melalui masa-masa sulit dan menyenangkan bersama.
Sang vokal memerkan keahliannya main keyboard. (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Berdasarkan official trailer yang telah diunggah sejak 12 Oktober lalu, terlihat para personel Coldplay masih sangat muda dengan semangat yang menggebu-gebu. Dalam salah satu adegannya, Chris Martin yang mengenakan kaos merah dan masih menggunakan kawat gigi, dengan yakin menyebut jika suatu hari Coldplay akan menjadi band yang besar.
ADVERTISEMENT
"Coldplay akan menjadi band yang besar. Sungguh-sungguh besar," ucap Chris.
Dalam adegan yang lain, pelantun lagu 'Shiver' itu juga mengatakan bahwa ia dan para personel Coldplay yang lain, Jonny Buckland (gitaris), Guy Berryman (Basis) dan Will Champion (Drummer), telah melewati banyak hal bersama.
"Jika ada yang sedang membutuhkan sesuatu, kami semua selalu ada," katanya.
Film 'A Head Full of Dreams' ini disutradarai oleh Mat Whitecross. Sebelumnya, ia juga pernah menyutradarai film dokumenter Oasis pada tahun 2016 lalu.
Whitecross bertemu dengan keempat personel Coldplay di universitas di London sebelum Coldplay terbentuk. Dari mulai berlatih di ruang asrama yang sempit, Whitecross sudah ada di sana untuk merekam musik dan hubungan keempat musisi tersebut.
ADVERTISEMENT
Whitecross juga sudah menyutradarai banyak video klip Coldplay yang iconic, beberapa di antaranya adalah 'Paradise', 'A Sky Full of Stars', dan 'Adventure of a Lifetime'. Hingga kini, pria berusia 41 tahun itu juga masih mendokumentasikan evolusi Coldplay, dari segi musik mau pun personal.
'A Head Full of Dreams' merupakan cerminan dari dua dekade Coldplay berkarya di industri hiburan. Film dokumenter ini dibuat di tengah tur dunia 'A Head Full of Dreams' yang memecahkan rekor dan disertifikasi sebagai tur terbesar ketiga sepanjang sejarah.
Konser itu telah ditonton oleh sekitar 5,5 juta penggemar di seluruh dunia. Sekadar informasi, Coldplay meraup lebih dari USD 523 juta atau lebih dari Rp 7,9 triliun dari tur dunia tersebut.
ADVERTISEMENT
Sudah siap untuk nonton perjalanan karier Coldplay?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·