Pencarian populer

Keanu Reeves Berdialog Bahasa Indonesia di Film ‘John Wick 3’

John Wick jadi buruan organisasi pembunuh bayaran Foto: Lionsgate

John Wick: Chapter 3 - Parabellum’ tak hanya dibintangi oleh dua aktor laga kondang asal Indonesia—yakni Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman—melainkan juga memuat dialog berbahasa Indonesia. Menariknya lagi, bukan cuma Yayan dan Cecep, Keanu Reeves yang berperan sebagai John Wick pun turut melontarkan kalimat berbahasa Indonesia dalam film itu.

Rupanya, yang mengusulkan penggunaan bahasa Indonesia dalam dialog mereka ialah sang sutradara, Chad Stahelski, dan Reeves sendiri.

“Awalnya enggak ada rencana dialog seperti itu. Tapi, di sela-sela fighting, ada ritme, ada jeda, mereka mungkin melihat momen itu bisa dimasukkan dialog. Dilihat dari struktur koreografi dengan teknik yang kami punya, setelah sharing, mereka memikirkan dialog seperti apa yang bisa dipakai dengan bahasa Indonesia,” tutur Yayan ketika ditemui bersama Cecep di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Selasa (14/5) malam.

John Wick bertarung dengan Yayan Ruhiyan dan Cecep A. Rahman Foto: Lionsgate

Menurut Yayan, kalimat yang mereka gunakan dibuat terlebih dahulu oleh sang sutradara dalam bahasa Inggris. Barulah setelahnya ia dan Cecep menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

“Yang kami bangga, Keanu sampai minta, ‘Apa kata yang biasa dipakai jika ingin bertemu lagi?’ Itu spontan,” ucap Cecep.

Yayan dan Cecep tentu bangga dapat berdialog bahasa Indonesia dalam film yang tayang mulai hari ini, Rabu (15/5), tersebut. Keduanya berharap agar tak hanya mereka yang berbangga hati, namun juga seluruh masyarakat Indonesia.

Yayan Ruhiyan dan Cecep A. Rahman foto bareng Keanu Reeves Foto: Lionsgate

Selain bahasa Indonesia dan seni bela diri silat, film ‘John Wick: Chapter 3 - Parabellum’ juga menampilkan senjata khas Tanah Air, yaitu kerambit.

“Sebagai masyarakat silat, kami bangga karena di film ini kami tak hanya bisa memperkenalkan silat sebagai budaya kita. Tapi, di ‘John Wick 3’ ada kebanggaan lain buat kami sebagai pesilat karena memperkenalkan senjata khas, yakni kerambit,” ujar Yayan.

Menutup perbincangan, Yayan berujar bahwa pihak filmlah yang meminta ia dan Cecep untuk menggunakan senjata khas Indonesia.

“Mereka tanya, yang khas dari Indonesia itu apa. Kami lihat juga, kalau pisau, sudah general. Kemudian kami kasih lihat bentuk-bentuknya kerambit dan mereka sangat setuju,” tandas Yayan Ruhian.

Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53