kumparan
8 Sep 2019 21:26 WIB

Potret Palestina Lewat Film 'Hayya: The Power of Love 2'

Oki Setiana Dewi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/4). Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
Dunia sinematografi Tanah Air tengah bergairah. Saat ini, industri film Indonesia tidak hanya dihiasi oleh film bertema action, horor, drama romantis, tapi juga bertambah dengan hadirnya film bertema kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Salah satu film bertema kemanusiaan yakni berjudul 'Hayya: The Power of Love 2'. Film ini dibintangi oleh Fauzi Baadilla, Ria Ricis, Adhin Abdul Hakim, Meyda Safira, hingga Hamas Syahid.
Sementara itu, Oki Setiana Dewi bertindak sebagai eksekutif produser dalam film tersebut.
"Ini adalah film pertama di mana saya menjadi eksekutif produser," ucap Oki Setiana Dewi saat konferensi pers di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/9).
Oki Setiana Dewi. Foto: Munady
Lewat film terbarunya, Oki Setiana Dewi ingin memberitahu bahwa banyak pesan cinta yang dapat dibagikan kepada masyarakat tentang kondisi yang terjadi di Palestina.
"Saya berharap film pertama yang syutingnya di Palestina, mudah-mudahan teman-teman terpatri dengan Palestina. Film ini menyebarkan kesadaran mengenai Palestina," ucap Oki.
ADVERTISEMENT
Perempuan 30 tahun ini sempat menceritakan proses syuting film 'Hayya: The Power of Love 2' di Palestina.
"Jadi kita memang syuting di Palestina. Ada beberapa scene di Palestina. Kalau teman-teman pernah mengikuti vlognya Ricis, Ricis pernah buat vlog juga di Palestina. Memang pada saat itulah proses pengambilan gambarnya. Jadi bulan September 2018, kita ke Palestina, untuk lihat keadaan sambil sekalian syuting," tutur Oki.
Oki Setiana Dewi Foto: Munady Widjaja
Oki menuturkan tidak ada kesulitan selama mereka syuting di Palestina. Sebab, ia hanya membawa tim kecil untuk mengambil sekitar tiga scene di Dome of Rock.
"Karena kita harus syuting di Palestina untuk menunjukkan betapa seriusnya film ini dan karena kita temanya Palestina, jadi kita ya harus sendiri di Palestina," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Nantinya, sebagian keuntungan film 'Hayya' bakal didonasikan kepada anak-anak yang kurang beruntung. Sementara untuk keuntungan penjualan novel yang berjudul sama akan didonasikan untuk rakyat Palestina.
Video
Sementara itu, Jastis Arimba selaku Sutradara merasa terharu dapat membuat karya yang rencananya juga akan diputar ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Menurutnya, karya yang dibuatnya ini seolah terasa spesial.
"Sebuah film yang buat saya personal. Enam bulan, bangga semua bisa satu frekuensi Saya mengalami perasaan seperti baru pertama kali mengeluarkan karya. Mudah-mudahan saya bisa berkarya lebih baik lagi," ungkapnya.
Film 'Hayya: The Power of Love 2', bercerita tentang Rahmat, seorang jurnalis yang karena dihantui perasaan bersalah dan dosa di masa lalu, memutuskan menjadi relawan kemanusiaan. Kegiatan itu membawanya bukan hanya pada kegiatan kerelawanan keliling Indonesia, melainkan bersama sahabatnya, Adin sampai ke wilayah Palestina.
ADVERTISEMENT
Di sana ia bertemu Hayya, gadis yatim piatu korban konflik di Palestina. Hubungan Hayya dan Rahmat menjadi sangat dekat, hingga suatu hari Rahmat harus kembali ke Indonesia karena hendak menikah dengan Yasna. Hayya yang tidak ingin kehilangan Rahmat melakukan aksi nekad di luar dugaan. Hubungan Rahmat, Hayya dan Yasna tiba-tiba berubah menjadi kompleks, lucu dan menegangkan.
Film 'Hayya: The Power of Love 2' tayang di bioskop pada 19 September mendatang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan