Kumparan Logo

7 Tips Menyusui Pascabersalin Agar Berhasil

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atiqah Hasiholan melahirkan  (Foto: Dok. Adik Karuniawan)
zoom-in-whitePerbesar
Atiqah Hasiholan melahirkan (Foto: Dok. Adik Karuniawan)

Agar berhasil, idealnya belajar menyusui dilakukan saat Anda sedang hamil, misalnya saat mengikuti kelas pranatal atau kelas khusus laktasi. Tapi bagaimana bila Anda belum sempat melakukannya sebelum bersalin? Tak perlu patah semangat, tidak ada kata terlambat untuk terus dan terus belajar.

Coba saja lakukan tips yang telah dirangkum kumparanMOM (kumparan.com) dari buku 'Kitab Hamil Terlengkap: sebelum, selama, dan setelah Melahirkan' karya Heidi Murkoff.

1. Lakukan Sedini Mungkin

Ilustrasi Inisiasi Menyusu Dini (Foto: Instagram/@dominiquediyose)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Inisiasi Menyusu Dini (Foto: Instagram/@dominiquediyose)

Susui bayi Anda sesegera mungkin dengan melalukan Insiasi Menyusu Dini (IMD). Jangan kecewa apabila pada tahap awal belum bisa melakukannya. Anda maupun si kecil perlu belajar dan saling menyesuaikan diri. Teruslah berusaha dan mencoba, sebab kendala seperti itu bukan berarti Anda gagal menyusui.

2. Manfaatkan Bantuan Sebanyak Mungkin

Jangan gengsi saat Anda belum paham tentang menyusui. Belajarlah, banyak bertanya, serta minta bantuan kepada ahlinya. Umumnya, di setiap rumah sakit menyediakan konselor lakstasi. Ia bertugas mendampingi dan memantau Anda secara langsung pada tahap awal menyusui.

3. Batasi Waktu Menjenguk

Bayi baru lahir (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Bayi baru lahir (Foto: Pixabay)

Pertimbangkan untuk membatasi tamu pada saat Anda harus menyusui. Selama tahap belajar menyusui, Anda memerlukan situasi yang tenang dan konsentrasi penuh.

4. Bersabar

Jangan putus asa apabila bayi Anda menyusui dengan lambat atau tidak selancar yang Anda harapkan. Ia mungkin sama lelahnya dengan Anda. Perlu diingat juga bahwa bayi baru lahir sangat mudah ngantuk, sehingga Anda perlu tenaga ekstra agar dia terjaga untuk tetap menyusui.

5. Jangan Beri Bayi Susu Formula

Ibu menyusui. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu menyusui. (Foto: Thinkstock)

Pastikan bahwa perawat di rumah sakit tidak memberikan susu formula pada bayi Anda. Hal ini bisa merusak refleks bayi Anda untuk mengisap payudara serta merusak nalurinya untuk mengisap.

Selain itu, tak perlu juga menambah susu formula karena merasa ASI Anda terlalu sedikit. Ingatlah bahwa lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng, sehingga ASI Anda cukup untuk memenuhi kebutuhannya pada awal-awal kehidupan.

6. Susui Bayi Sesering Mungkin

Ibu menyusui. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu menyusui. (Foto: Thinkstock)

Berikan ASI setidaknya 8 kali sehari. Semakin sering menyusui, semakin terpacu juga produksi ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya yang akan terus bertambah.

7. Rajin Kosongkan Payudara

Idealnya, satu payudara setidaknya harus 'dikosongkan' setiap menyusui. Bila salah satu payudara tidak dikosongkan, bayi tidak memperoleh bagian terakhir dari ASI yang dihasilkan oleh payudara tersebut.

Mengapa hal ini penting dilakukan? Karena ASI yang keluar terakhir kali mengandung lebih banyak kalori yang diperlukan bayi Anda untuk menaikkan berat badannya. Susu tahap akhir juga lebih mengenyangkan sehingga bayi akan terasa kenyang lebih lama.