Pencarian populer

Cara Menstimulasi Anak yang Semula Pasif Jadi Aktif

Ilustrasi anak bermain (Foto: Thinkstock)

Secara natural, anak akan begitu tertarik dengan hal-hal menyenangkan. Maka dari itu ia akan senang sekali saat bermain, berlari ke sana kemari, bermain ayunan dan bergelantungan di monkey bar. Anda tak perlu khawatir berlebihan bila si kecil begitu aktif dan bersemangat. Justru itu menandakan bahwa ia sehat, cerdas, dan bahagia. Tidak percaya?

Dikutip dari laman Kids Health, sejumlah manfaat ketika anak aktif di antaranya menguatkan otot dan tulang, menjaga berat badan tetap ideal, mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, kualitas tidur yang baik serta memiliki pandangan hidup yang lebih baik. Tak cuma itu, tapi juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan daya konsentrasi anak di sekolah. Banyak sekali ya, Moms!

Namun akibat terpapar gadget berlebihan atau mungkin juga karena Anda merasa rumah Anda terlalu sempit, maka memfasilitasi anak untuk bergerak aktif jadi tidak mudah seperti yang dibayangkan.

Ilustrasi Anak Bermain (Foto: Pixabay)

Meski begitu, Anda masih bisa memfasilitasi anak bermain di luar, Moms, seperti mengeksplor di taman terbuka di area terbuka dekat tempat tinggal Anda. Batasi penggunaan gadget, agar jangan sampai berlebihan dan membuat anak jadi sangat tergantung.

Biarkan anak melakukan hal yang menyenangkan menurutnya, sesampainya di taman. Seperti memberi makan ikan di kolam, berlarian, bersepeda, bermain ayunan dengan catatan tetap berada di bawah pengawasan Anda. Dengan begitu akan lebih mudah mendorongnya secara sukarela untuk aktif.

Ilustrasi Anak Bermain Bersama (Foto: istimewa)

Ketika mereka berhasil keluar dari zona nyamannya yakni di rumah untuk melakukan kegiatan tersebut, jangan lupa juga untuk memuji mereka. Saat dipuji, seringkali buat anak jadi ingin lebih mengembangkan aktivitas positif tersebut, bahkan mungkin buat anak jadi ingin mencoba hal-hal baru.

Seiring usia anak bertambah, Anda dapat memilihkan kegiatan yang tepat sesuai usianya. Sebab bila Anda memilihkan kegiatan yang justru tidak sesuai dengan usia dan kemampuan, hal ini akan membuat anak jadi merasa tertekan, frustasi, dan pada akhirnya jadi malas untuk melakukan kegiatan-kegiatan di luar rumah. Selamat mencoba, Moms!

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: