Pencarian populer

Lebih Baik Mana, Imunisasi Tunggal atau Kombinasi?

Ilustrasi vaksin dan imunisasi. Foto: Shutterstock

Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti tindakan medis memberikan vaksin kepada seseorang, agar orang itu bisa membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu. Imunisasi bisa mencegah penyakit menular yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan, seperti tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, campak dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, jumlah imunisasi baru terus bermunculan. Bertambahnya jumlah vaksin baru dalam jadwal imunisasi juga menjadi perhatian internasional sejak tahun 1990, sehingga diusulkan vaksin ideal yang dapat menggabungkan semua antigen dalam satu suntikan yang kemudian disebut dengan vaksin kombinasi atau kombo.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2004 menyetujui penggunaan vaksin kombinasi dengan catatan harus didukung oleh bukti-bukti klinis sehingga tidak mengurangi potensi dan keamanan vaksin. Vaksin kombinasi yang pertama kali diperkenalkan adalah kombinasi vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) pada 1943, kemudian disusul vaksin kombinasi campak, mumps, dan rubella (MMR), dan selanjutnya kombinasi DPT dengan vaksin hepatitis B dan vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

Ilustrasi Imunisasi Foto: Shutterstock

Lantas, mana yang lebih baik saat imunisasi? Memberikan anak vaksin tunggal atau kombinasi?

Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi kombinasi adalah pemberian vaksin yang mengandung sejumlah antigen penyakit yang diberikan dalam satu kali suntikan. Sedangkan imunisasi simultan atau tunggal adalah memberikan beberapa vaksin pada waktu kunjungan yang sama, dengan beberapa suntikan di tempat yang berbeda.

Ilustrasi anak sedang diimunisasi. Foto: Shutter Stock

Dari segi manfaat, vaksin tunggal dan kombinasi punya kesamaan dalam potensi dan keamanan. Perbedaan kedua jenis vaksin itu terletak pada jumlah pemberian suntikannya. Oleh karena itu, vaksin kombo dinilai lebih punya banyak manfaat, seperti yang dipaparkan dr. Ferina Rachmi dari Rumah Vaksinasi Kebagusan, seperti:

1. Mengurangi jumlah suntikan yang diterima bayi, sehingga kemungkinan anak trauma akibat suntikan bisa dikurangi.

2. Meringankan biaya kunjungan ke dokter -termasuk biaya administrasi klinik atau rumah sakit yang biasanya juga dibebankan pada pasien.

3. Menghemat waktu dan membantu ibu lebih mudah melengkapi vaksinasi sesuai dengan jadwal.

Jadi, Anda pilih yang mana, Moms? Apapun pilihannya, Anda tak perlu ragu untuk memberikan vaksin pada si kecil, karena IDAI telah memastikan imunisasi terbukti aman untuk bayi, anak, remaja juga orang dewasa.

-----------

kumparanMOM mendukung penuh Pekan Imunisasi Dunia dengan menyiapkan puluhan artikel tentang imunisasi sepanjang minggu ini khusus untuk Anda, Moms.

Baca semuanya dengan mengikuti topik Pekan Imunisasi Dunia dan jangan lupa sebarkan pada seluruh keluarga dan teman-teman Anda, ya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63