Kumparan Logo

Moms, Ini Alasan Pentingnya Tetapkan Tujuan Keuangan Keluarga

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Ketika sudah memiliki keluarga, baik Anda dan pasangan memang perlu cakap dalam mengatur arus keuangan masuk dan keluar. Tujuannya, agar kebutuhan harian hingga dana untuk jangka panjang seperti pendidikan anak, dapat tercukupi.

Untuk itu menurut Rista Zwestika, S.Sos, seorang Certified Financial Planner, keluarga mesti punya tabungan dan perlu memerhatikan tujuan keuangannya. Hal ini terkait untuk menabung dengan tujuan keuangan jangka pendek atau panjang.

"Sebelum bikin tabungan bersama, kita harus tahu dulu tujuannya agar tidak buang-buang waktu. Misalnya, kita ingin buka tabungan karena ingin jalan-jalan ke Bangkok dengan keluarga. Tentukan dulu kapan kita mau pergi, agar bisa tahu berapa lama uang tersebut harus terkumpul dan jumlah biayanya," kata Rista kepada kumparanMOM, saat ditemui dalam acara Peluncuran Komunitas Gopay Sahabat Ibu Pintar (GOSIP) Bersama Alfamart, di Jakarta, Rabu (21/8).

Dalam contoh ingin liburan ke Bangkok tadi adalah dalam jangka pendek. Ia juga menambahkan, harus konsisten menabung. Karena pasti memang ada pengorbanan waktu dan tak mudah, sebab seringnya kita tergoda dengan berbagai keinginan sesaat.

Lalu seperti apa yang jangka panjang?

Ilustrasi ibu yang pusing mengatur keuangan Foto: Shutterstock

1. Dahulukan dana pensiun

Moms, saat menetapkan tujuan keuangan keluarga, perencana keuangan merekomendasikan menabung untuk dana pensiun. Terlebih bila Anda dan pasangan adalah seorang karyawan swasta. Sebab saat Anda sudah pensiun, umumnya perusahaan swasta hanya memberi dana pensiun sekali. Jumlah yang mungkin terlihat besar ini, rupanya belum bisa dibilang cukup. Ingat, ada inflasi yang naik tiap tahunnya.

2. Tabungan pendidikan

Setelah menabung untuk dana pensiun, sisihkan pendapatan Anda untuk tabungan pendidikan anak-anak. Rista mengatakan, orang tua harus segera menyiapkan dana pendidikan sebab setiap tahun, inflasi semakin naik dan biaya masuk sekolah pun ikut naik.

"Sekarang ini dana pendidikan itu mahal sekali. Setiap tahun inflasi naik antara 10-15 persen. Oleh sebab itu, orang tua perlu menyiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin," ujarnya.

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

3. Jangka panjang lainnya

Setelah dua prioritas itu sudah terpenuhi, Anda pun bisa memikirkan tujuan jangka panjang lainnya. Misalnya beberapa tahun ke depan ingin membuka bisnis, investasi, atau membeli rumah baru.

Tapi bagaimana, jika tiba-tiba ada keperluan mendadak? Rista menyarankan untuk tidak mengambil uang tabungan keluarga, namun menggunakan dana darurat yang berasal dari 10 persen gaji. Sehingga ketika ada sesuatu hal yang terjadi secara tidak terduga, kita tak perlu bingung.

"Keluarga harus punya dana darurat. Misalnya dalam keluarga hanya suami saja yang bekerja, maka ia harus mempersiapkan dana darurat yang berpatokan dari jumlah pendapatan atau pengeluaran. Pilih saja mana yang lebih besar jumlahnya. Pokoknya, kalau bisa, sebaiknya tidak mengambil dana dari tabungan bersama," tutupnyanya.

kumparan post embed