Pencarian populer

Mulai Kapan Sebaiknya Siapkan Dana Pendidikan untuk Anak?

Ilustrasi biaya pendidikan anak. Foto: Shutter Stock

Biaya pendidikan atau uang sekolah anak terus naik dari tahun ke tahun. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata kenaikan biaya pendidikan mencapai 10 persen per tahun. Kenaikan biaya pendidikan bahkan lebih tinggi daripada inflasi, yang pada 2017 tercatat sekitar 3,61 persen.

Tak heran kalau banyak orang tua menyiapkan dana pendidikan jauh-jauh hari. Apalagi setelah tahu uang pangkal sekolah swasta untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) saja bisa mencapai puluhan juta. Yang jadi pertanyaan, sebaiknya mulai kapan menyiapkan dana pendidikan untuk si kecil?

Ilustrasi perencanaan keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Menurut Eko Indarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting, pendidikan adalah suatu kebutuhan yang tak tergantikan. Buktinya, ketika uang pangkal dinaikkan oleh pihak sekolah anak pun, tetap banyak orang tua yang bersedia membayar mahal.

Oleh karena itu, wajar jika investasi untuk pendidikan biasanya lebih besar daripada untuk tujuan lain.

“Investasi untuk anak pasti paling tinggi, bahkan lebih besar daripada nabung untuk rumah atau mobil. Karena pendidikan untuk anak itu suatu kebutuhan yang tak tergantikan,” papar Eko saat dihubungi kumparanMOM pada Rabu (6/3).

Agar keuangan orang tua tidak kalang kabut saat anak sudah waktunya masuk sekolah, penting untuk menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin. Itulah kenapa saat ditanya kapan, Eko menjawab, "Kalau perlu, sejak Anda belum menikah atau baru menikah. Enggak harus nunggu anaknya lahir!"

Tentu saja, bila sudah menikah Anda bisa memulai mempersiapkan biaya sekolah anak sejak anak belum lahir. Kalau anak sudah lahir? Siapkan sejak ia masih bayi. Intinya, lakukan sedini dan sesegera mungkin.

Lalu berapa persen dari penghasilan bulanan yang disiapkan untuk dana pendidikan?

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Setiap orang sebaiknya menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan untuk investasi. Baik itu untuk dana pendidikan atau uang sekolah anak, pensiun maupun rumah masa depan.

“Semakin banyak tujuannya, makin banyak dana yang seharusnya disisihkan untuk investasi,”’ tutup Eko.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.41