Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.86.0
ADVERTISEMENT
Moms, membacakan buku cerita untuk anak ternyata tak hanya berfungsi sebagai hiburan atau pengantar tidur si kecil saja. Riset terbaru yang dilakukan Ohio State University menunjukkan bahwa anak yang sering dibacakan buku akan memiliki lebih banyak kosakata daripada anak yang tidak pernah dibacakan buku.
ADVERTISEMENT
Penelitian ini mengatakan, anak yang belum masuk TK dan dibacakan lima buku dalam sehari, maka ia mempunyai 1,4 juta kosakata lebih banyak daripada anak-anak yang tidak pernah didongengi. Bahkan, anak yang dibacakan 1 buku saja sehari akan mengetahui 290 ribu kata lebih banyak daripada anak-anak lain saat ia mencapai usia lima tahun.
"Anak-anak yang mendengar lebih banyak kata-kata akan lebih siap untuk menghadapi buku ketika mereka masuk sekolah," kata penulis studi Jessica Logan dikutip dari laman the Bump.
"Mereka cenderung bisa membaca dengan lebih cepat dan lebih mudah."
Untuk mengetahui seberapa banyak kata-kata yang dapat dipelajari oleh anak yang sering dibacakan buku cerita, para peneliti memilih 30 buku secara acak berupa board book untuk balita dan buku bergambar untuk anak pra sekolah. Kemudian, mereka menghitung berapa banyak kata-kata yang terdapat dalam buku-buku tersebut.
ADVERTISEMENT
Hasilnya menunjukkan board book rata-rata memiliki 140 kata dalam satu buku dan buku bergambar memiliki 228 kata. Mereka kemudian menghitung berapa banyak kata-kata yang didengar anak bila ia dibacakan cerita sejak masih bayi hingga usia 5 tahun.
Karena itu, Moms, mulailah untuk membacakan cerita pada anak. Karena bukan hanya membuat kosa kata anak bertambah, tapi juga dapat meningkatkan keakraban Anda dengan anak tercinta.
Live Update
Pada 5 November 2024, jutaan warga Amerika Serikat memberikan suara mereka untuk memilih presiden selanjutnya. Tahun ini, capres dari partai Demokrat, Kamala Harris bersaing dengan capres partai Republik Donald Trump untuk memenangkan Gedung Putih.
Updated 6 November 2024, 8:56 WIB
Aktifkan Notifikasi Breaking News Ini