kumparan
3 Apr 2019 9:56 WIB

Telinga Bayi Keluar Air dan Berbau, Apa Penyebabnya?

Ilustrasi Telinga dan Pendengaran Bayi Foto: Pixabay
Telinga bayi mungkin menjadi bagian tubuh yang kurang mendapat perhatian dibandingkan bagian tubuh lain. Alasannya, karena bayi belum bisa berkomunikasi dengan baik bilamana telinganya terasa nyeri, gatal, atau kurang jelas dalam mendengar. Alhasil ketika organ pendengaran bermasalah, seringnya terlambat ditangani.
ADVERTISEMENT
Termasuk saat Anda mendapati telinga si kecil keluar air dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sebaiknya jangan dianggap sepele, Moms. Sebab bisa jadi hal itu merupakan tanda infeksi telinga.
Infeksi telinga merupakan masalah kesehatan yang paling sering menyerang bayi dan anak-anak. Menurut survei Boston University School of Medicine, infeksi ini menyerang hampir 50 persen anak-anak. Seringnya menyerang sebelum anak berusia 4 tahun.
Ilustrasi bayi rewel. Foto: Shutterstock
Mengutip laman Baby Center, infeksi telinga ditandai dengan pilek, batuk, dan demam. Si kecil juga tampak merasa tak nyaman dengan telinganya, yakni sering menarik-narik atau menggaruk telinga. Ia jadi terbangun saat tidur malam dan lebih rewel.
Namun jika telinga bayi sampai mengeluarkan cairan kental yang berbau, artinya infeksi sudah mencapai telinga bagian tengah. Kondisi ini disebut sebagai otitis media akut (OMA) atau yang populer juga dengan istilah 'congek'.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, gangguan ini terjadi karena bayi mengalami batuk pilek yang menyumbat saluran pernapasannya terlalu lama. Cairan itu kemudian sampai ke saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan saluran nasal.
“Karena menumpuk, cairan itu kemudian mendorong gendang telinga sehingga menjadi merah dan menggembung. Jika cairan sudah sangat penuh, gendang telinga bisa bocor dan mengeluarkan cairan,” dr Hably Warganegara, Sp. THT-KL di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, Jakarta, saat ditemui kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Jika gendang telinga sudah bocor, yakni ditandai dengan keluarnya cairan kuning berbau dari telinga, telinga bayi tidak boleh kena air. Sebab jika terkena air, maka hal itu justru bisa menunda proses penyembuhan.
Ilustrasi telinga bayi Foto: tung256 via Pixabay
“Kalau lubang di telinga tengah baru seminggu-dua minggu bisa nutup asal tidak kena air. Jika sudah sebulan, lubangnya permanen dan butuh operasi,” jelas dr Hably.
ADVERTISEMENT
OMA sering terjadi pada bayi dan anak, terutama bila mereka menderita rinitis alergi, sering pilek, hipertrofi adenoid, dan punya imunitas rendah. OMA lebih sering menyerang bayi karena mereka memiliki saluran eustachius yang pendek.
Jika tidak segera ditangani, OMA bisa berlanjut menjadi Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK), yakni ketika telinga mengeluarkan cairan kuning dan berbau hingga 8 minggu. Jika sudah begitu maka lubang di gendang telinga sudah permanen.
Jadi Moms, begitu mendapati telinga bayi mengeluarkan cairan dan berbau, segera temui dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT). Dengan begitu, Anda bisa mencegah OMA tidak berkembang menjadi OMSK.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan