Tips Agar Pindah Rumah Tak Membebani Anak

Proses pindah rumah bisa sangat memusingkan, ini bukan cuma berlaku bagi orang dewasa tapi juga anak-anak lho, Moms.
Anda tentu paham benar, begitu banyak yang harus disiapkan dari proses menyiapkan pindah rumah hingga menempati hunian baru nantinya. Belum lagi, tentang berpisah dengan lingkungan yang telah familiar, lalu mesti beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pindahan rumah seringnya juga menjadi beban psikologis untuk anak-anak. Menurut riset yang dipublikasi di Journal of Social and Personality Psychology, sering pindah rumah merupakan hal yang berat untuk anak dan bisa mengacaukan pertemanan yang si kecil miliki.
Mengutip laman Psychology Today, efek psikologis itu akan lebih signifikan pada anak introvert atau berkepribadian mudah cemas dan tidak fleksibel. Ketika dewasa nanti, mereka cenderung tidak bahagia, kurang merasa puas pada hidupnya, dan hanya memiliki sedikit hubungan yang berkualitas.
Orang tua sebaiknya menyadari risiko ini. Anak yang harus berpisah dari teman-temannya di PAUD atau TK, lalu menyesuaikan diri dengan sekolah baru, ini tidaklah mudah bagi si kecil.
Tapi tenang, Moms, ada yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi efek psikologis dari proses pindah rumah bagi anak. Berikut tipsnya:
Sebelum Pindah Rumah
Pastikan Anda membicarakan keputusan pindah rumah jauh-jauh hari sebelum hal itu terlaksana. Menurut buku Your Preschooler Bible karya Dr. Richard Woolfson, anak butuh waktu untuk memproses informasi itu.
Jangan hanya beritahu kalian akan pindah rumah, jelaskan pula detailnya. Misalnya ia harus tidur di rumah baru yang lebih besar, pindah ke sekolah yang taman bermainnya lebih luas, dan lain-lain.
Reaksi pertama si kecil mungkin di luar dugaan Anda. Bisa jadi dia bersemangat lalu mengajukan banyak pertanyaan. Yang perlu Anda lakukan adalah meyakinkannya bahwa ia bisa tetap bertemu teman-temannya di sekitar rumah lama.
Misalnya si kecil bisa mengajak teman-temannya menginap di rumah baru pada akhir pekan atau menelpon mereka. Mintalah ia mengumpulkan nomor telepon teman-temannya sebelum pindah.
Jika rumah baru siap dikunjungi, ajak si kecil untuk melihatnya. Tunjukan keuntungan-keuntungan yang bakal ia dapat di tempat baru. Misalnya anak akan punya kamar tidur yang lebih besar, lebih dekat dengan taman bermain atau mal. Mintalah ia memilih warna cat dan dekorasi lain untuk kamarnya.
Sebisa mungkin, buatlah transisi ini semulus mungkin untuk anak. Jika ia harus pindah sekolah, kenalkan ia dengan guru barunya jauh-jauh hari. Adakan pula pesta perpisahan dengan teman-teman si kecil sebelum hari kepindahan.
Setelah Pindah Rumah
Proses pindah rumah tentu sangat merepotkan bagi orang tua. Anda dan pasangan harus menata ulang perabotan, menata baju di lemari, peralatan dapur, dan lain-lain. Mungkin butuh beberapa hari agar semuanya siap seperti semula.
Pada saat yang sama, usahakanlah untuk meluangkan waktu untuk anak. Si kecil sedang rentan secara psikologis, meski mungkin tak tampak jelas. Doronglah ia untuk mengungkapkan kecemasannya.
Ingat apa yang Anda janjikan agar anak tetap bisa berkomunikasi dengan teman lamanya? Penuhi janji itu Moms. Doronglah anak untuk menelpon mereka dulu dan berbicara meski awalnya ia mungkin merasa canggung.
Jangan lupa pula untuk membantu anak berkenalan dengan teman baru. Bisa tetangga atau teman-teman di PAUD. Yakinkah ia bahwa teman-teman barunya sama menyenangkannya dengan teman lamanya.
