Kumparan Logo

Yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Melahirkan Normal Setelah Caesar

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil mau melahirkan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil mau melahirkan. Foto: Shutterstock

Adanya indikasi medis saat hamil, bisa membuat ibu tidak bisa melahirkan normal dan harus operasi caesar. Jika dokter sudah menyarankan hal itu, Anda tak perlu sedih karena tidak bisa melahirkan secara alami, Moms. Ingat, melahirkan lewat operasi caesar perlu dilakukan untuk menyelamatkan Anda ataupun bayi di dalam kandungan.

Anda juga tak perlu cemas dengan anggapan yang mengatakan: sekali melahirkan caesar, maka Anda tidak bisa lagi melahirkan normal. Pendapat itu ternyata tidak benar, karena mungkin saja ada wanita yang bisa melahirkan normal setelah sebelumnya menjalani operasi caesar atau dikenal dengan sebutan vaginal birth after caesarian (VBAC).

Nah Moms, jika Anda sudah yakin akan melahirkan normal setelah pernah melakukan operasi caesar, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Hal pertama yang harus Anda pastikan adalah jarak persalinan caesar sebelumnya berkisar 18-24 bulan. Selain itu, boleh tidaknya melakukan VBAC harus bergantung pada dua hal, yaitu kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan.

Ilustrasi Operasi Foto: Pixabay

Mengutip laman Pregnancy Birth Baby, ada beberapa kondisi dan keadaan medis yang harus jadi perhatian sebelum memutuskan melakukan VBAC, seperti:

  • Komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, plasenta previa, kelainan letak janin (sungsang atau melintang), ukuran pinggul ibu terlalu kecil.

  • Mengalami makrosomia atau bayi besar, yaitu bayi lahir dengan berat badan di atas 4 kg.

  • Telah melakukan dua kali operasi caesar sebelumnya.

  • Memiliki kehamilan ganda atau mengandung bayi kembar.

Jika Anda mengalami salah satu dari kodisi di atas, maka biasanya dokter tidak akan merekomendasikan untuk melakukan VBAC.

Ilustrasi ibu yang baru melahirkan. Foto: Shutterstock

Mengutip laman Baby Center, VBAC juga punya manfaat bagi ibu dan bayi, seperti:

  1. Risikonya lebih kecil jika dibanding melakukan operasi caesar lagi

VBAC yang sukses lebih minim risiko dibanding melakukan operasi caesar yang berulang. Bedah caesar merupakan bedah perut mayor, sehingga risiko pendarahan juga lebih tinggi.

  1. Proses pemulihan yang lebih cepat

Meski telah mengonsumsi obat pereda sakit, namun luka akibat irisan di rahim tetap terasa pasca persalinan. Karenanya, ibu yang menjalani bedah caesar membutuhkan perawatan di rumah sakit lebih lama dibanding melahirkan normal. Pemulihannya pun umumnya lebih lambat dan lebih tidak nyaman, Moms.

  1. Berpotensi menimbulkan komplikasi di kehamilan berikutnya

Jika Anda berencana untuk memiliki lebih banyak anak, Anda harus tahu bahwa operasi caesar bisa mengakibatkan risiko komplikasi di kehamilan berikutnya, seperti plasenta previa.

Yang jelas, sebelum melakukan VBAC, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk memastikan keamanannya ya, Moms.

embed from external kumparan